Pengaruh Kehamilan Tidak Diinginkan terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia: Analisis Data SKI Tahun 2023
Anggita Devi Perwari, Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH; dr. Rosalia Kurniawati Harisaputra
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap kesakitan
dan kematian neonatal. Kehamilan tidak diinginkan telah dikaitkan dengan
peningkatan kejadian BBLR, namun bukti di Indonesia masih terbatas. Selain itu,
sebagian besar penelitian sebelumnya menggabungkan kategori unwanted
pregnancy dan mistimed pregnancy ke dalam kelompok unintended
pregnancy, sehingga kontribusi masing-masing kategori terhadap kejadian
BBLR belum diketahui secara jelas.
Metode: Desain kohort retrospektif menggunakan
data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel terdiri dari 64.239
ibu usia 15–49 tahun yang memiliki riwayat kelahiran terakhir dalam lima tahun
sebelum survei. Variabel independen dikategorikan menjadi kehamilan diinginkan,
diinginkan kemudian (mistimed), dan tidak diinginkan (unwanted).
Variabel dependen adalah kejadian BBLR. Analisis dilakukan menggunakan regresi
logistik sederhana untuk memperoleh crude odds ratio (cOR) dan regresi
logistik berganda dengan pendekatan survei kompleks untuk memperoleh adjusted
odds ratio (aOR).
Hasil: Proporsi BBLR tertinggi ditemukan pada
kelompok kehamilan tidak diinginkan (8,3%), dibandingkan kehamilan diinginkan
(4,7%) dan kehamilan diinginkan kemudian (4,6%). Setelah dikontrol oleh faktor
perancu, ibu dengan kehamilan tidak diinginkan memiliki kemungkinan lebih
tinggi melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu dengan kehamilan diinginkan (aOR=1,76;
CI 95%: 1,03–3,00), sedangkan kehamilan diinginkan kemudian tidak menunjukkan
asosiasi secara bermakna terhadap kejadian BBLR.
Kesimpulan: Ibu dengan kehamilan tidak diinginkan meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi BBLR. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan melalui pelayanan keluarga berencana, perencanaan kehamilan, dan edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari strategi penurunan kejadian BBLR di Indonesia.
Background: Low
birth weight (LBW) remains a major public health concern because it contributes
substantially to neonatal morbidity and mortality. Unwanted pregnancy may
increase the risk of LBW, but evidence from Indonesia remains limited.
Moreover, most previous studies combined unwanted and mistimed pregnancies into
a single unintended pregnancy category, making the independent effect of each
category on LBW unclear.
Methods: A
retrospective cohort study was conducted using data from the 2023 Indonesian
Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI). The study included 64,239 women
aged 15–49 years with their last live birth within five years preceding the
survey. Pregnancy intention was classified as intended, mistimed, or unwanted.
LBW was the outcome. Bivariable analysis used simple logistic regression to
estimate crude odds ratios (cORs), followed by multiple logistic regression
with a complex survey design to estimate adjusted odds ratios (aORs).
Results: LBW
was most common among unwanted pregnancies (8.3%), compared with intended
(4.7%) and mistimed pregnancies (4.6%). After adjustment for potential
confounders, unwanted pregnancy was associated with higher odds of LBW than
intended pregnancy (aOR=1.76; 95% CI: 1.03–3.00), whereas mistimed pregnancy
was not significantly associated with LBW.
Conclusions: Unwanted pregnancy was associated with higher odds of delivering an LBW infant. These findings highlight the importance of strengthening efforts to prevent unwanted pregnancies through family planning services, pregnancy planning, and reproductive health education as part of strategies to reduce the burden of LBW in Indonesia.
Kata Kunci : BBLR, kehamilan tidak diinginkan, kehamilan diinginkan kemudian, SKI 2023