Laporkan Masalah

Evaluasi tindakan bedah Prolaps Rektum di Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta 1996-2004

PUTRA, Nugrahanta Dasa, Dr. H. Marijata, Sp.B.K.B.D

2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Bedah

Pendahuluan: Beberapa prosedur pembedahan prolaps rektum sampai saat ini banyak dianut akan tetapi secara optimal masih dalam perdebatan. Pembedahan prolaps rektum dibedakan atas 3 jenis pendekatan yaitu: abdominal, perineal dan transsakral. Di Rumah Sakit Dr Sardjito, penanganan prolaps rektum menggunakan pendekatan abdominal dan perineal dengan kelebihan dan keuntungan masing masing. Metode: Dilakukan penelitian retrospektif case control pada pasien-pasien yang menjalani repair prolaps rektum elektif di IBS-GBST RS Dr Sardjito antara 1996 – 2004. Dikumpulkan data semua pasien menurut umur, jenis kelamin, lama perawatan, komplikasi dan rekurensi. Data dianalisis sebagai hasil evaluasi tindakan bedah prolaps rektum berupa proporsi rekurensi tindakan abdominal dibandingkan perineal dengan Fisher Exact test. Hasil: Terdapat 16 pasien mengalami pembedahan prolaps rektum pada kurun waktu tersebut sebagai subjek penelitian. Secara keseluruhan terdapat 5 kasus (31,25%) penderita mendapat prosedur pembedahan dengan pendekatan abdominal dan 11 kasus (68,75%) dengan pendekatan perineal. Umur tertinggi pada kisaran 70 – 79 tahun (43,75%) dengan rasio laki laki sama dengan perempuan (50%). Rekurensi keseluruhan 7 kasus (43,75%). Dari 7 kasus rekuren, 2 kasus terjadi pada pendekatan abdominal dan 5 kasus pada pendekatan perineal. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan rekurensi yang bermakna antara pendekatan abdominal dengan perineal pada repair prolaps rektum pada penelitian ini (P > 0,05).

Kata Kunci : Bedah Prolaps Rektum,Abdominal dan Perineal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.