Laporkan Masalah

Evaluasi Kinerja Sistem Drainase di Kawasan Lumpur Lapindo Sidoarjo

Art Palupi Pranoto Putri, Dr. Ir. Istiarto, M. Eng., IPU ; Ir. Neil Andika, S.T., M. Sc., Ph.D

2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bencana geologi yaitu semburan Lumpur Lapindo sudah terjadi sejak 2006. Semburan masih terjadi hingga saat ini dengan volume mencapai 120.000 meter kubik per hari. Semburan yang terus menerus memberikan pengaruh kepada area sekitar seperti terjadinya subsidence yang menyebabkan beberapa area menjadi cekung dan rawan terjadi genangan air. Fasilitas penting yang ada di area Lumpur Lapindo antara lain adalah jalan nasional, Exit Tol, dan jalur kereta api. Ketika hujan lebat turun dan menyebabkan genangan di area tersebut maka mobilitas menjadi terganggu. Salah satu faktor yang diduga menyebabkan kegagalan sistem drainase adalah adanya sedimentasi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dampak sedimentasi terhadap kinerja jaringan drainase.

Tahap pertama yang dilakukan di penelitian ini adalah pengumpulan data berupa data elevasi, data teknis saluran, kolam retensi, dan pompa, data jaringan drainase, data hujan harian 2008 sampai 2022, data hujan jam jaman GSMaP tahun 2021 dan 2022. Selanjutnya, data hujan harian diolah untuk menghitung nilai hujan rancangan. Data hujan harian direrata menggunakan metode Thiessen. Rekapitulasi hujan maksimum harian per tahun digunakan sebagai input analisis frekuensi sehingga didapatkan nilai hujan kala ulang yang sesuai dengan jenis distribusi data. Selanjutnya melakukan transformasi hujan harian ke jam jaman berdasarkan rekapitulasi data GSMaP dengan mengacu durasi dominan dan pola distribusinya. Tahap pemodelan dilakukan menggunakan 2 skenario, yaitu skenario dengan sedimentasi dan tanpa sedimentasi. Hasil simulasi aliran 1D dari kedua skenario tersebut dibandingkan sehingga dapat melakukan penilaian kinerja.

Ada 25 titik banjir yang dihasilkan dari hasil simulasi aliran 1D skenario sedimentasi. Titik banjir tersebut di saluran tanggul, saluran Jl. Flamboyan, saluran Kolam Entrance, saluran area perkebunan timur, saluran Jl. Gatot Subroto, saluran Perumahan Central, saluran utara sungai Porong, saluran Jl. Raya Porong, dan saluran Desa Ketapang. Penyebab limpasan dikarenakan kapasitas saluran tidak memadai, elevasi dasar yang tidak beraturan, dan sedimentasi. Kapasitas kolam retensi menunjukkan rentang volume rerata 8.484 sampai 96.925 meter kubik dan pemanfaatan pompa berada di rentang 22,34 hingga 100%. Sedangkan skenario tanpa sedimentasi menunjukkan nilai yang tidak jauh berbeda. Titik banjir berkurang menjadi 23 titik. Kapasitas kolam retensi meningkat dengan rentang volume rerata di 9.647 sampai 97.992 meter kubik. Namun indikator pompa menunjukkan hasil yang sama. Hanya saja daya yang digunakan menjadi lebih berkurang. Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil tersebut adalah kinerja jaringan drainase kawasan lumpur Lapindo tidak optimal karena banyak titik yang tidak mampu menahan beban limpasan. Penghilangan sedimentasi tidak dapat mengurangi titik banjir secara signifikan, diperlukan peningkatan spesifikasi atau kapasitas pompa untuk meningkatkan kinerja.

The Lapindo Mudflow, a geological disaster, has been occurring since 2006. The mudflow continues to this day, reaching a volume of 120,000 m3 per day. The continuous flow has impacted the surrounding area, causing subsidence, causing several areas to become sunken and prone to air congestion. Important facilities in the Lapindo Mudflow area include national roads, toll exits, and railway lines. When heavy rains cause mudflows in these areas, mobility is disrupted. One factor suspected of causing drainage system failure is sedimentation. Therefore, this study aims to evaluate the impact of sedimentation on drainage network performance. The first stage of this study was data collection, including elevation data, technical data on channels, retention ponds, and pumps, drainage network data, daily rainfall data from 2008 to 2022, and GSMaP hourly rainfall data from 2021 and 2022. Next, the daily rainfall data was processed to calculate the design rainfall value. Daily rainfall data was averaged using the Thiessen method. The annual daily maximum rainfall recapitulation was used as input for the frequency analysis to obtain return period rainfall values appropriate to the distribution data type. Next, the daily rainfall was transformed into hourly rainfall based on the GSMaP data recapitulation, referring to the dominant duration and distribution patterns. The modeling phase was conducted using two scenarios: one with and one without sedimentation. The 1D flow simulation results from the two scenarios were compared to assess their performance. Twenty-five flood points were generated from the 1D flow simulation results for the sedimentation scenario. These flood points were located in the embankment channel, the Jl. Flamboyan channel, the Kolam Enterance channel, the east plantation area channel, the Jl. Gatot Subroto channel, the Central Housing channel, the Porong River north channel, the Jl. Raya Porong channel, and the Ketapang Village channel. Overflow was caused by inadequate channel capacity, irregular bed elevation, and sedimentation. The retention pond capacity showed an average volume range of 8,484 to 96,925 m3 and pump utilization ranged from 22.34 to 100%. The scenario without sedimentation showed similar values. Flooding points decreased to 23 points. The retention pond capacity increased with an average volume range of 9,647 to 97,992 m3. However, the pump indicators showed similar results, with only a decrease in power consumption. The conclusion that can be drawn based on these results is that the drainage network performance in the Lapindo mud area is not optimal because many points are unable to withstand the overflow load. Sedimentation removal cannot significantly reduce flooding points, improvements in pump specifications or capacity are needed to improve performance.

Kata Kunci : kinerja drainase, PCSWMM

  1. S2-2026-527662-abstract.pdf  
  2. S2-2026-527662-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-527662-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-527662-title.pdf