Nyeri kepala sebagai prediktor tumor otak
SARISANTI, Riri, dr. H. Pernodjo Dahlan, Sp.S(K)
2005 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit SyarafTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan akurasi nyeri kepala sebagai gejala utama dalam menentukan diagnosis tumor otak Metode: Penelitian ini akan dilakukan dengan rancang penelitian tes diagnostik observasional prospektif Subjek: Seratus enam puluh empat penderita yang mengeluh nyeri kepala, laki-laki dan perempuan, yang rawat jalan atau rawat inap di bagian saraf RS Dr. Sardjito, RS Banyumas, dan RS Klaten sejak Januari sampai November 2004. Penderita dianamnesis tentang nyeri kepala yang dideritanya. Dilakukan juga pemeriksan CT Scan kepala pada penderita yang dicurigai tumor otak. Baik anamnesis maupun pembacaan hasil CT Scan kepala tidak mengetahui hasil masing-masing pemeriksaan. Analisis statistik: 1. Tahap pertama adalah menghitung reliabilitas instrumen. 2. Tahap kedua adalah menghitung Sensitivitas (Sn), Spesifisitas (Sp), Akurasi (Aku), Nilai Duga Positif (NDP), Nilai Duga Negatif (NDN), Rasio Kecenderungan Positif (RKP), dan Rasio Kecenderungan Negatif (RKN) dari masing-masing variabel nyeri kepala tumor otak. 3. Tahap ketiga adalah menentukan signifikansi hubungan masing-masing variabel tersebut dengan tumor otak 4. Tahap keempat adalah menghitung sensitivitas, spesifisitas, akurasi, nilai duga positif, nilai duga negatif, rasio kecenderungan positif, dan rasio kecenderungan negatif dari tes ganda paralel Hasil: Pada analisis univariabel didapatkan variabel yang signifikan pada semua sifat nyeri kepala terhadap tumor otak yaitu kronis progresif (p<0.05), diprovokasi tekanan intrakranial yang meningkat (p<0.05), dan resisten terhadap analgetik (p<0.05). Pada analisis multivariabel didapatkan 3 sifat nyeri kepala yang bermakna terhadap terjadinya tumor otak yaitu kronis progresif (p<0.05), diprovokasi tekanan intrakranial yang meningkat (p<0.05), dan resisten terhadap analgetik (p<0.05). Pada tes ganda paralel didapatkan hasil yang lebih signifikan pada ketiga sifat dibandingkan dengan kedua sifat nyeri kepala untuk terjadinya tumor otak. Simpulan: Nyeri kepala pada penderita tumor otak perjalanannya kronis progresif, resisten terhadap analgetik, dan diprovokasi oleh peningkatan tekanan intrakranial.
Background: To determine the accuration of headache as a mainly sign to determine brain tumor as a diagnosis Method: Prospective observational diagnostic test Subject: One hundred and sixty four headache complaint patients , male and female, who enter to the neurological ward of Dr. Sardjito Hospital, Banyumas Hospital, and Klaten Hospital, during January – November 2004. They have anamnesed about headache and undergone Head CT Scan. Neither anamnese nor scanning examiner knows nothing about the result of each examines. Statistical Analysis: 1. Finding reliability test of the measurement tool. 2. Calculating the sensitivity, specificity, likelihood ratio, predictive value of brain tumor headache variables. 3. Calculating the significancy of each variables to brain tumor 4. Calculating the sensitivity, specificity, likelihood ratio, predictive value of paralel multiple test. Result: The univariable analysis shows significant variables on brain tumour headache is chronic progressive (p<0.05), raised intracranial pressure provocated (p<0.05), and analgetic resistance (p<0.05). The multivariable analysis shows 3 types headache that significant on brain tumour is chronic progressive (p<0.05), raised intracranial pressure provocated (p<0.05), and analgetic resistance (p<0.05). The paralel multiple test shows the three types more significant than the two types headache. Conclusion: Headaches of brain tumor patients were chronic progressive, resistance by analgesic, and provocated by raised intracranial pressure.
Kata Kunci : Tumor Otak,Nyeri Kepala, brain tumour, diagnostic test