Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR ANNEALING DAN HOLDING TIME TERHADAP SIFAT KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK PERUNGGU Cu 80 % - Sn 20 %

Sandi Nainggolan, Ir. Muhammad Waziz Wildan M.Sc., Ph.D., IPU

2011 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Perunggu adalah logam paduan berbasis tembaga dengan campuran utama timah putih dan silikon. Perunggu dapat digunakan pada elemen-elemen mesin, dan paling sering digunakan sebagai bahan alat-alat musik seperti terompet, dan gamelan. Perunggu mempunyai kelemahan mudah retak karena terdapatnya tegangan sisa yang muncul pada saat pengecoran, penempaan, pemesinan, dan lainnya. Perlakuan annealing dapat dilakukan untuk mengurangi tegangan sisa pada perunggu ini. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan sifat mekanis (kekerasan, ketangguhan retak, struktur mikro) perunggu Cu80% - Sn20% yang sudah dibentuk menjadi spesimen uji, diberikan perlakuan annealing dengan variasi temperatur annealing (450 OC, 550 OC, 650 OC), dan variasi holding time (2 jam, 4 jam, 6 jam). Pendinginan dilakukan di udara bebas. Pengujian ketangguhan retak dilakukan dengan menggunakan mesin uji standar ASTM E 399. Dari hasil pengujian dengan variasi tersebut, diperoleh perunggu dengan nilai ketangguhan retak paling baik, semakin tinggi temperatur pemanasan, dan holding time, kekerasan perunggu semakin menurun (lunak), dan ukuran butir-butir perunggu pada struktur mikro semakin besar.

-

Kata Kunci : Perunggu, annealing, holding time, kekerasan, ketangguhan retak, struktur mikro v

  1. S1-FTK-2011-Sandi_Nainggolan-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2011-Sandi_Nainggolan-bibliograf.pdf  
  3. S1-FTK-2011-Sandi_Nainggolan-tableofconten.pdf  
  4. S1-FTK-2011-Sandi_Nainggolan-tilte.pdf