Laporkan Masalah

Model pemilihan letak base transceiver station dengan menggunakan citra spot dan Sistem Informasi Geografis (Studi kasus di kota Semarang)

Sapto Cahyo Nugroho, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk membangun model pemilihan letak BTS dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan letak BTS, serta mengetahui pola penerimaan sinyal dari BTS terkait dengan kondisi lingkungan pada lintasan antara BTS dengan pengguna telepon selular dan mengkaji manfaat penggunaan citra satelit SPOT untuk menyadap informasi penggunaan lahan secara visual dalam mendukung pemilihan letak BTS Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dapat dibagi dalam tiga jenis data yaitu data fisik, data sosial ekonomi dan data teknis BTS. Data fisik meliputi data penggunaan lahan, relief, kemiringan lereng, jaringan listrik dan jaringan jalan. Data sosial ekonomi meliputi data kepadatan penduduk dan data keluarga sejahtera. Data teknis BTS meliputi data tinggi menara, frekuensi, radius pancar dan sensitifitas penerimaan. Data penggunaan lahan diperoleh dari interpretasti citra hasil penggabungan citra SPOT XS dengan SPOT P. Penggabungan kedua citra SPOT ini bertujuan memperoleh citra baru dengan kualitas visual yang lebih baik. Data relief dan kemiringan lereng diperoleh dari turunan model elevasi digital. Data jaringan listrik dan jaringan jalan diperoleh dari digitasi peta analog jaringan jalan dan jaringan listrik. Data kepadatan penduduk dan data keluarga sejahtera merupakan data atribut untuk peta administrasi. Data teknis BTS diperoleh dari data teknis GSM dari Siemens tahun 1994. Penentuan letak BTS diperoleh dengan terlebih dahulu menentukan lokasi prioritas BTS. Lokasi prioritas ditentukan dengan menggabungkan dua pendekatan yaitu pendekatan kelayakan fisik medan untuk BTS dan pendekatan potensi pengguna telepon selular. Letak BTS ditentukan pada lokasi dengan elevasi tertinggi pada lokasi prioritas BTS. Analisis saling tampak dilakukan untuk mengetahui cakupan sinyal dari BTS yang telah ditentukan. Pengaruh lingkungan pada lintasan antara BTS dengan pengguna telepon selular secara kuantitatif diperhitungkan melalui analisis pola penerimaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Kota Semarang dapat dibagi dalam 5 kelas prioritas lokasi BTS. Lokasi prioritas 1 terdapat 18 titik kandidat letak BTS yang mampu melayani 52.68% dari luas daerah penelitian dengan 91% lokasi berpotensi sangat tinggi dapat terlayani. Pada lokasi prioritas 2 terdapat 24 titik kandidat letak BTS yang mampu melayani 73,6% dari luas daerah penelitian dengan 97% lokasi berpotensi sangat tinggi dapat terlayani. Lokasi prioritas 3 dengan 24 titik kandidat lokasi BTS mampu melayani 58,17% dari luas daerah penelitian, dengan 81% luas lokasi berpotensi sangat tinggi pengguna telepon selular dapat dilayani. Pada lokasi prioritas 4, 72,95% luas daerah penelitian mampu dilayani oleh 18 titik kandidat BTS, sedangkan lokasi berpotensi sangat tinggi pengguna telepon selular dapat terlayani seluas 73% dari luas keseluruhan. Dengan 2 titik kandidat BTS pada lokasi prioritas 5 mampu melayani 12, 37% dari seluruh luas daerah penelitian dengan 12% lokasi berpotensi sangat tinggi dapat terlayani.

The aim of this research is to build BTS site selection model with Geographical Information System (GIS) to determine BTS site and to know signal reception pattern from BTS related with environment condition in track between BTS with telephone cellular user and investigate the benefit of SPOT satelite image to extract land use information in supporting BTS site election. Data which needed in this research can be divided in three kinds that are physical data, social economics data and BTS technical data. Physical data include land use data, relief, declivity slope, electricity network and road network. Social economics data include population density data and prosperous family data. BTS technical data include high of tower, frequency, radius of coverage and reception sensitivity. The land use data obtained from image interpretation result from image fusion SPOT XS with SPOT P. Fused this both SPOT images for obtain new image with better visual quality. Relief data and declivity slope obtained from digital elevation model. Electricity network data and road network data obtained from digitations analogue road network map and electricity network map. Population density data and prosperous family data constitute attribute data for administration map. BTS technical data obtained from Siemens technical data, 1994. Determination BTS site obtained with determine BTS priority location first. Priority locations determined with unite two approaches that is terrain physical suitability for BTS and potential telephone cellular user. BTS site determined at location with highest elevation in BTS priority location. Viewshed analysis done to know signal coverage from determined BTS. Environment influence in track between BTS with telephone cellular user in a quantitative manner calculated through reception pattern analysis. The result from this research shows that at Semarang city can be divide in 5 class BTS priority location. Priority locations 1 obtained 18 point BTS site candidates which able serve 52.68% from research area wide with 91% very high potential location can be served. At priority location 2 obtain 24 site candidates which able serve 58.17% from research area wide, with 81% location wide, very high potential telephone cellular user can be served. At priority locations 4, 72.95% research area wide can be serve by 18 point BTS site candidates, while very high potential telephone cellular user location can be served 73% from totally wide. With 2 point BTS site candidates at priority location 5 capable serve 12.37% from totally research area wide with 12% very high potential location can be served.

Kata Kunci : Citra Spot, sistem informasi geografis

  1. S1-2003-101134-abstract.pdf  
  2. S1-2003-101134-bibliography.pdf  
  3. S1-2003-101134-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2003-101134-title.pdf