Laporkan Masalah

Model permintaan perjalanan penumpang antar Kota / Kabupaten dengan moda transportasi darat :: Studi kasus Provinsi Sumatera Selatan

LEDOH, Diyono Bambang, Ir. Dewanti, MS

2005 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Jumlah permintaan perjalanan penumpang antar kota sangatlah penting untuk keperluan perencanaan sarana dan prasarana transportasi antar kota dalam sebuah wilayah. Hambatan yang dihadapi untuk mengumpulkan data tersebut adalah biaya yang mahal dan waktu sehingga proses pengumpulan data setiap tahunnya tidak dapat dilakukan . Propinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari 12 Kabupaten dan 3 Kotamadya dengan luas adminitrasi 97.159,52 km2 memiliki jumlah permintaan perjalanan yang cukup besar dikarenakan hambatan untuk mengumpulkan data tersebut sangat besar maka tidak setiap tahun data jumlah permintaan perjalanan penumpang antar kota dapat diketahui. Model permintaan perjalanan penumpang antar kota / kabupaten merupakan alternatif terbaik untuk mengatasi hambatan dalam mengetahui jumlah permintaan perjalanan penumpang antar kota. Model yang dibentuk menggunakan data dengan tahun dasar 2001 sehingga tahapan penelitian ini dimulai dengan mengestimasi data asal tujuan nasional tahun 2001 ke tahun 2003 dengan mengunakan faktor pertumbuhan dan model distribusi gravity. Sedangkan untuk melengkapi data angkutan umum untuk zona asal tujuan yang tidak tersedia data perjalanan penumpang, proses estimasi dilakukan dengan menggunakan metode multinomial logit model dan proses pembentukan model permintaan perjalanan antar kota menggunakan model regresi linear multivariat. Hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa jumlah permintaan perjalanan penumpang antar kota / kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dipengaruhi oleh data sosio ekonomi seperti jumlah PDRB dan populasi penduduk daerah asal dan tujuan perjalanan. Model yang dihasilkan terdiri atas model permintaan perjalanan penumpang antar kota / kabupaten dengan moda darat yang dibagi atas waktu perjalanan kurang dari 4 jam, 4 – 5 jam dan lebih dari 5 jam serta model permintaan perjalanan penumpang antar kota / kabupaten dengan angkutan umum, yang dibagi atas waktu perjalanan kurang dari 5 jam, 5 – 7 jam dan lebih dari 7 jam. Model ini diharapkan dapat mengetahui jumlah permintaan perjalanan antar kota / kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.

The amount of demand for intercity passenger travel is very important as a consideration in planning the intercity transportation facilities and infrastructure in a region. The problem faced in collecting data is costly expense and long time so that the data collecting in every year cannot be done. South Sumatra Province which consists of 12 regencies and 3 municipalities stretching in 97,159.52 km2 have big amount of demand for intercity passenger but because of some problems, data collecting on the demand for intercity passenger travel cannot be done every year. Model of demand for intercity passenger travel is the best alternative to overcome problem in order to know the amount of demand for intercity passenger travel. This model was formed by data in 2001 as the base year thus this research step started by estimating the national origin - destination data in 2001 until 2003 by using growth factor and distribution model of gravity. Meanwhile, to complete the data of public transport for origin - destination zone where the data of passenger travel was not available, estimation process was done by using the method of multinomial logit model and demand model for intercity travel was form by using multivariate linear regression model. This research which has been done indicated that the demand for intercity passenger travel in South Sumatra Province was influenced by data of socio-economic such as income and number of population on origin and destination zone. Model resulted from this research consisted of demand model for intercity passenger travel by land transport which was divided by travel time of less than 4 hours, 4 - 5 hours and more than 5 hours and also model of demand for intercity passenger travel using public transport, which was divided by travel time of less than 5 hours, 5 - 7 hours and more than 7 hours. It is expected that this models can predict the amount of demand for intercity passenger travel in South Sumatra Province

Kata Kunci : Transportasi Darat,Penumpang Antar Kota,Model Regresi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.