Studi kasus plot eroso di sebagian daerah aliran sungai Kedungkeris kecamatan Nglipar kab. Dati II Gunung Kidul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Sakariza Qori Hermawan, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.; Drs. Suratman, M.Sc.
1995 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai II Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Dati Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah penelitian merupakan Sub-DAS Oyo dengan luas 1.227,0 ha. Tujuan penelitian adalah mengetahui besar erosi tanah permukaan aktual, menilai efektivitas "Plot Erosi Pembatas Alami" atau plot alami sebagai metode plot erosi yang dinilai lebih relevan untuk lahan berteras, dan mengetahui faktor-faktor energi air yang berpengaruh terhadap erosi di DAS Kedungkeris. Perhitungan besar erosi tanah permukaan aktual didekati dengan plot alami. Penentuan lokasi plot ber-dasarkan teknik pengambilan sampel bertingkat dengan pertimbangan (stratified purposive sampling), dan strata yang digunakan adalah satuan lahan. Satuan lahan diper-oleh berdasarkan "tumpang susun" peta bentuk penggunaan lahan, peta tanah dan peta lereng. Satuan lahan yang digunakan sebagai satuan penelitian adalah bentuk peng-gunaan lahan tegalan. Satuan penelitian yang digunakan adalah satuan penelitian Kedungkeris, Nglipar dan Sinom. Efektivitas plot alami dilakukan dengan pemantauan selama dua musim hujan dan mengukur besar erosi dari dinding teras. Sedimen dari dinding teras diukur dengan menggunakan "Kotak Erosi Dinding Teras". Semakin besar sedimen dari dinding teras, maka plot alami dinilai lebih efektif karena erosi yang terukur mencakup materi-al erosi dinding teras. Metode analisis statistik yaitu persamaan regresi linier sederhana dan koefisien korela-si product moment, digunakan untuk mengetahui energi air yang berpengaruh terhadap erosi. faktor Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga satuan penelitian mempunyai tingkat erosi permukaan ringan dengan kisaran kehilangan tanah adalah 4,45 ton/ha/th (Kedungkeris), 3,86 ton/ha/th (Nglipar), 13,85 ton/ha/th dan 3,93 ton/ha/th (Sinom). Plot alami ternyata sering "bocor" pada waktu curah hujan besar di lahan yang peka terhadap erosi. Namun demikian diperoleh hasil yang sangat "mengejutkan", yaitu perbandingan antara sedimen dari dinding teras dan sedimen dari plot alami adalah 706,56 persen (Nglipar), 1.742,29 persen dan 1.842,0 persen (Sinom). Berdasarkan data tersebut diketahui ternyata dinding teras memberikan kontribusi sedimen yang sangat besar terhadap erosi dari suatu teras. Hasil analisis statistik diketahui bahwa hubungan antara erosivitas hujan harian menurut Bols (1978) dengan besar erosi permukaan, hubungan antara curah hujan dengan volume aliran permukaan, hubungan antara volume aliran permukaan dengan besar erosi permukaan mempunyai koefi-sien korelasi positif dengan signifikansi 99 dan 95 persen. Hubungan antara debit aliran permukaan dengan besar erosi permukaan mempunyai koefisien korelasi yang bervariasi dengan signifikansi umumnya kurang meyakin-kan. Persentase hasil pengukuran yang mempunyai koefi-sien korelasi positif dan signifikan antara debit aliran permukaan dan besar erosi tanah adalah 72,73 (Kedungker is), 44,44 persen (Nglipar), dan 18, 18 (Sinom).
-
Kata Kunci : Erosi,Daerah aliran sungai,Gunungkidul,DIY