Kajian keserasian lingkungan dikecamatan Pleret kabupaten Bantul
Saka Kotamara, Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKeserasian lingkungan merupakan salah satu aspek kualitas manusia yang ingin dikembangkan di Indonesia, namun variabel-variabel untuk menentukan tingkat keserasian lingkungan masih belum diketahui. Hal ini disebabkan karena belum ada syarat, pedoman, kriteria dalam menentukan tingkat keserasian lingkungan di suatu wilayah. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan (1) mengkaji variabel-variabel yang berpengaruh terhadap keserasian antara komponen lingkungan fisik dan komponen lingkungan sosial di daerah penelitian, (2) mengkaji keserasian lingkungan di daerah penelitian (kualitas lingkungan hidup dan kualitas kependudukan). Penelitian yang dilakukan di Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul ini menggunakan pendekatan spasial dengan analisis data sekunder dan data primer. Unit administrasi desa digunakan sebagai satuan analisis. Pengolahan data menggunakan teknik pembakuan z-score' dan indek komposit. Nilai Indek <-1 atau >+1 diasumsikan sebagai variabel yang paling berpengaruh di daerah penelitian. Kajian keserasian lingkungan ditekankan pada penentuan hasil klasifikasi indek keserasian lingkungan dan tingkat keserasian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap keserasian lingkungan antara lain variabel penentu indikator lahan meliputi kemiringan lahan, penggunaan lahan, curah hujan dan bulan kering, jenis tanah dan kedalaman lapisan tanah atas, variabel penentu indikator sosial budaya meliputi rasio tempat ibadah per desa, rasio jumlah sarana olahraga dan seni, rasio guru murid SMP, dan rasio SD per desa, serta variabel penentu indikator demografi meliputi kepadatan penduduk, proporsi kematian, dan proporsi kelahiran. Berdasarkan hasil klasifikasi indek komposit potensi fisik dan sosial, terdapat empat variasi tipe keserasian di Kecamatan Pleret yaitu wilayah sangat serasi yaitu Desa Pleret, wilayah serasi yaitu Desa Wonokromo dan Segoroyoso, wilayah cukup serasi adalah Desa Bawuran, dan wilayah kurang serasi adalah Desa Wonolelo. Keserasian lingkungan dengan kategori tinggi berada di wilayah yang relatif datar dengan kondisi kependudukan yang seimbang. Semakin datar topografi suatu wilayah dan jumlah penduduk masih seimbang dengan ketersediaan sumberdaya, maka wilayah tersebut semakin tinggi keserasiannya.
Environmental balance is one of human quality aspect that will be developing in Indonesia, however determining variables of environmental balance have not examined yet. It is mean that there is no requirement, criteria, and guidance for determining environmental balance level. The purposes of this research are (1) to explore the variables that influence the balance between physical and social environmental components in the research area, (2) to explore the environmental balance in the research area (environment and demographic quality). The research conducted in all regions of Pleret district Bantul regency is use spatial approach with secondary data and primary data analysis. Unit of analysis is village administrative unit. Data acquiring technique are using standardization Z-score and composite index. The index value included value less than 1 or more than +1 are assumed as the most influencing variable in research area. While the study of environmental balance resulted are environmental balance index classification and the level of environmental balance. The result of the research shows that the influencing variable for environmental balance are variables determining indicator of land such as slope of land, land use, runoff and dry month, soil type, and upper soil depth, variables determining indicator social cultural such as worship area ratio, sport and art area ratio, student teacher of secondary school ratio, and elementary school ratio, and variables determining indicator of demographic such as population density, death proportion, and birth proportion. Based on the result of physical and social potential composite index classification, there are four balance level variations in Pleret District which are very balance area contains Pleret village, balance area contains Wonokromo and Segoroyoso village, enough balance area contains Bawuran, and less balance area contains Wonolelo village. The ideal condition in high level is located in the area that is relatively flat with balance demographic condition. The flatter of the topography area and balance population with resource availability, the higher of those environmental balance.
Kata Kunci : Indek Potensi Fisik (IPF), Indek Potensi Sosial (IPS), Keserasian Lingkungan,Physical Potency Index, Social Potency Index, Environmental Balance