Analisis dan pemodelan transportasi dengan piranti lunak EMME/2 :: Studi kasus di kawasan sekitar Kampus UGM
ARDONO, Dr-Ing.Ir. Ahmad Munawar, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiKampus UGM dan kawasan di sekitarnya telah tumbuh menjadi “perkotaan†diantara Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta yang terus berkembang pesat. Tingginya intensitas guna lahan pada kawasan tersebut akan berkorelasi langsung dengan tingginya demand angkutan, baik orang maupun barang. Untuk mengakomodir demand tersebut perlu disediakan fasilitas, baik sarana maupun prasarana yang memadai agar dapat mengurangi atau meminimalkan permasalahan umum transportasi jalan seperti kemacetan, kesemrawutan, ketidakdisiplinan, polusi, biaya tinggi dan rawannya tingkat keamanan. Kajian terhadap kualitas lalu lintas pada kawasan tersebut akan dapat menggambarkan perbandingan demand dan supply yang ada, terutama dengan rencana akan dibangunnya Jembatan Baru Sarjito 2 yang menghubungkan Jl. AM. Sangaji dan Jl. Pogung Baru (Kampus). Penelitian ini memanfaatkan software EMME/2 untuk mengetahui kinerja atau kualitas lalu lintas (V/C rasio) pada kawasan tersebut. Data volume lalu lintas existing dan matrik asal tujuan perjalanan orang dan barang mengacu pada Buku Rencana Penyusunan Jaringan Transportasi Jalan Kabupaten Sleman tahun 2003 yang kemudian dilakukan updating data pada beberapa ruas dan simpang jalan yang penting, untuk mengetahui perkembangannya. Program EMME/2 membebankan lalu lintas pada jaringan jalan di kawasan tersebut dengan mengaplikasikan 7 (tujuh) skenario. Usulan perbaikan dengan teknik manajemen lalu lintas dilakukan untuk meningkatkan kualitas atau meminimalkan permasalahan lalu lintas yang ada. Hasil pembebanan lalu lintas oleh program EMME/2 memperlihatkan bahwa pembangunan dan pengoperasian Jembatan Baru Sarjito 2 dan Jl. Agro Baru (samping lapangan Baseball) dapat meningkatkan kualitas lalu lintas pada jaringan jalan di kawasan sekitar kampus UGM, yaitu menurunkan V/C rasio ruas-ruas jalan yang penting sebagaimana terlihat pada output skenario 7 yang direkomendasikan, yaitu : Jl. AM. Sangaji (0,83 menjadi 0,64), Jl. Agro (0,38 menjadi 0,22), Jl. Nusa Indah (0,30 menjadi 0,22), Jl. Colombo (0,97 menjadi 0,86), Jl. Kaliurang (0,82 menjadi 0,80), Jl. Prof. Herman Yohanes (Jl. Sagan) (0,99 menjadi 0,92), Jl. Olahraga (0,73 menjadi 0,49), Jl. Pogung Baru (kampus) (0,73 menjadi 0,47), Jl. Kesehatan (0,42 menjadi 0,37), Jl. Prof. Noto Nugroho (0,74 menjadi 0,60), Jl. Teknika Selatan (0,28 menjadi 0,18), Jl. Yacaranda (0,34 menjadi 0,30) dan Jl. Urip Sumoharjo (0,83 menjadi 0,81), serta hanya menaikkan dengan cukup signifikan V/C rasio Jl. Terban (0,83 menjadi 0,99).
Gadjah Mada University campus area which is located in the suburban area, in the border between Sleman Regency and Yogyakarta City, has been developed as a new urban area and grown up rapidly. Land use intensity of the area has a direct correlation with transport demands for passenger and goods. Some facilities and infrastructure have to be prepared in order to accommodate the transport demands. Thus, common problems in traffic, such as congestion, pollution, disorganized traffic, high cost and crime can be minimized. Study in traffic quality in that area will describe the ratio between transport demand and supply, especially the impact of the using of Sardjito 2 Bridge. Sardjito 2 Bridge will connect AM. Sangaji street and Pogung Baru street (campus area). EMME/2 software has been employed for this research to analyze traffic performance or traffic quality (V/C ratio) within the Gadjah Mada University campus area. The data of traffic volume and origin – destination matrix refer to Final Report of the Road Transportation Network Planning 2003 in Sleman Regency. The presented data will be updated in order to find out the traffic development, especially in the major roads and junctions. EMME/2 software applies 7 (seven) scenarios to analyze traffic load on the road network of the area. From the result of the analysis, some suggestion in traffic management will be proposed to increase traffic quality and also to minimize traffic problems. EMME/2 software analysis (traffic assignment results) shows the proposed new Sardjito 2 Bridge and Agro Baru street (beside baseball court) will increase traffic quality of the road network of Gadjah Mada University. Scenario 7 (seven) that is recommended, shows V/C ratio of the major roads will decrease, such as: AM. Sangaji street (from 0.83 into 0.64), Agro street (from 0.38 into 0.22), Nusa Indah street (from 0.30 into 0.22), Colombo street (from 0.97 into 086), Kaliurang street (from 0.82 into 0.80), Prof. Herman Yohanes (Sagan) street (from 0.99 into 0.92), Olahraga street (from 0.73 into 0.49), Pogung Baru (kampus) street (from 0.73 into 0.47), Kesehatan street (from 0.42 into 0.37), Prof. Noto Nugroho street (from 0.74 into 0.60), Teknika Selatan strret (from 0.28 into 0.18), Yacaranda street (from 0.34 into 0.30), Urip Sumoharjo street (from 0.83 into 0.81). The scenario only increase V/C ratio of the Terban street (from 0.83 into 0.99).
Kata Kunci : Perencanaan Transportasi,Pemodelan Transportasi,EMME/2,V/C Rasio, EMME/2, traffic assignment, traffic quality, V/C ratio