Laporkan Masalah

Transformasi wavelet pada data landsat TM dan spot P digital untuk meningkatkan interpretabilitas vegetasi hutan kota Semarang

Safitri Yosita Ratri, Dr. Hartono, DESS.; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Teknologi penginderaan jauh mengalami perkembangan yang sangat pesat dari berkembangnya foto udara sampai dengan penggunaan wahana satelit dengan menggunakan berbagai sensor. Adanya sejumlah sensor yang mempunyai misi dan terapan yang berbeda-beda menimbulkan keinginan bersama dibutuhkannya data spasial yang tinggi dan resolusi spektral yang baik dalam satu citra sehingga memacu para pengguna untuk mengintegrasikan keunggulan masing-masing citra tersebut. Proses integrasi citra digital dari sensor yang berbeda (multisensor) dan/atau citra dengan resolusi yang berbeda (multiresolusi) biasa disebut dengan istilah penggabungan data atau penggabungan citra (data fusion, data merging). Kajian kehutanan membutuhkan citra satelit yang dapat memenuhi kebutuhan akan data mutakhir yang mampu menyajikan distribusi fenomena kehutanan. Guna menata dan menangani lingkungan hutan dibutuhkan data spasial yang akurat dan terbaru untuk merencanakan pengembangan hutan, seperti kepentingan pemetaan dan klasifikasi jenis vegetasi hutan. Informasi yang berkaitan dengan studi kehutanan dengan menggunakan data penginderaan jauh dapat dilakukan melalui interpretasi citra. Cara interpretasi citra dapat dilakukan dengan interpretasi visual dan interpretasi digital. Penggabungan citra dapat dilakukan dengan menggunakan Transformasi Wavelet. Wavelet merupakan prosedur matematis yang digunakan untuk pemrosesan signal digital. Secara visual, penggunaan transformasi yang telah ada kurang mampu mempertahankan keunggulan spektral citra asli, kualitas spasial, dan kontras sehingga kurang mampu membedakan jenis obyek yang lebih banyak. Untuk studi vegetasi telah banyak digunakan juga teknik transformasi indeks vegetasi sedangkan penggunaan Transformasi Wavelet pada kajian vegetasi hutan ini belum banyak digunakan. Penelitian ini mencoba mengkaji penggunaan Transformasi Waveler pada penggabungan data multisensor Landsat TM dengan SPOT P untuk kajian kehutanan guna mendapatkan data dengan informasi yang lebih detil dalam satu citra. Penggabungan antara data Landsat TM dan SPOT P menggunakan Transformasi Wavelet mampu dalam menyajikan keunggulan spektral data Landsat TM dan keunggulan spasial data SPOT P digital. Secara visual citra Wavelet mampu menyajikan kenampakan obyek yang lebih jelas dibanding citra aslinya sehingga mampu memberikan informasi yang lebih detil. Perbandingan dengan data Landsat TM, penggunaan Transformasi Wavelet dapat memberikan ketelitian klasifikasi multispektral sebesar 77.08% dan ketelitian interpretasi sebesar 81.06 % sedangkan Landsat TM memberikan ketelitian. klasifikasi multispektral sebesar 68.75% dan ketelitian interpretasi sebesar 65.90%.

Remote sensing technology has been rapidly developed from the development of the aerial photography until the various censors of satellite utilizing. The presence of various censors that had different missions and functions caused some needs for the best spatial data and spectral resolution in one image occur so that could stimulate user to integrate the superiority of each image. The integration process of digital images from different censors (multicensor) and or digital image with the different resolution (multiresolution) usually stated as a data fusion or image merging. Forestry study needs satellite images that could fulfill the need of the very latest data that could provide the distribution of forestry phenomenon. In order to organize and to handle the forest environment some accurate and latest spatial data are needed to make some plan of way to develop forest, such as cartography and classification of forest vegetation species necessity. Information that related to forestry study using remote sensing data could do by images interpretation, whether visually or digitally interpretation. The image merging carried out by using Wavelet Transformation. Wavelet is a mathematical procedure used to digitally signal processing. Visually, the using of transformation that already exist was less capable to maintain the spectral superiority of original image, the spatial quality, and the contrast, so that less capable to differentiate the object species more. For vegetation study, vegetation index transformation technique was already general in use, while the using of Wavelet Transformation was uncommon. This research tried to examine the using of Wavelet Transformation in Landsat TM multiple censor data with SPOT P fusion for forestry study in order to get more correct and detail data in one image. The fusion of Landsat TM with SPOT P used Wavelet Transformation was capable in present the spectral superiority of Landsat TM data and the spatial superiority SPOT P digital data. Visually, Wavelet image capable to provide more clearly object appearances compared with its original image, so that capable to confer more detail information. Comparison with Landsat TM data, the using of Wavelet Transformation could provide multiple spectral classification carefulness about 77.08% and 81.06% interpretation carefulness, while Landsat TM provide multiple specaral classification carefulness about 68.75% and 65.90%. interpretation carefulness.

Kata Kunci : Transformasi wavelet,Data landsat TM,vegetasi hutan

  1. S1-2023-122100-abstract.pdf  
  2. S1-2023-122100-bibliografi.pdf  
  3. S1-2023-122100-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-122100-title.pdf