Laporkan Masalah

Analisis Risiko pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Seksi 1 menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA)

Alif Naufal Raharjo, Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc., Ph.D.; Dr. Toriq Arif Ghuzdewan, S.T., M.Sc.E.

2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Proyek pembangunan jalan tol memiliki kompleksitas tinggi karena melibatkan banyak pihak, tahapan pekerjaan, dan ketidakpastian yang dapat memengaruhi biaya, waktu, serta mutu. Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 1, berbagai risiko berpotensi muncul selama pelaksanaan pekerjaan, baik yang berkaitan dengan aspek teknis, manajerial, lingkungan, maupun eksternal proyek. Oleh karena itu, diperlukan analisis risiko secara sistematis untuk mengidentifikasi risiko yang relevan, melakukan penilaian risiko, menelusuri faktor penyebab risiko dengan kategori tinggi dan sedang, serta menyusun strategi mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis penilaian risiko menggunakan FMEA, menganalisis faktor penyebab risiko menggunakan FTA, serta mengembangkan strategi mitigasi pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 1.

Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen risiko dengan integrasi metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data diperoleh melalui studi literatur, wawancara, dan kuesioner kepada pihak owner, kontraktor, dan konsultan. Identifikasi awal risiko dilakukan melalui studi literatur, kemudian divalidasi oleh 5 responden. Selanjutnya, penilaian risiko dilakukan kepada 10 responden berdasarkan parameter severity, occurrence, dan detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Risiko kategori tinggi dan risiko kategori sedang dengan nilai RPN tertinggi dianalisis menggunakan FTA untuk mengidentifikasi top event, intermediate event, dan basic event sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses validasi menghasilkan 22 kejadian risiko. Analisis FMEA menghasilkan 2 risiko kategori high risk, 16 risiko kategori medium risk, dan 4 risiko kategori low risk. Risiko dengan prioritas tertinggi adalah pembebasan lahan yang tidak sesuai jadwal dengan RPN 66, diikuti keputusan review desain yang terlalu lama dengan RPN 52,1, cuaca di luar perkiraan pada masa konstruksi dengan RPN 43,3, dan sulit mencari lokasi quarry dengan RPN 27. Analisis FTA menunjukkan bahwa penyebab dominan risiko berasal dari faktor administratif, teknis, dan eksternal. Strategi mitigasi diarahkan pada penguatan koordinasi antarpihak, percepatan aspek legal-administratif, peningkatan kualitas survei lapangan, penyusunan rencana kerja adaptif terhadap cuaca, serta penyiapan alternatif sumber material sejak awal.


Toll road construction projects have a high level of complexity because they involve many stakeholders, work stages, and uncertainties that may affect cost, time, and quality. In the Yogyakarta–Bawen Toll Road Construction Project Section 1, various risks may occur during project implementation, including risks related to technical, managerial, environmental, and external aspects. Therefore, systematic risk analysis is required to identify relevant risks, conduct risk assessment, examine the causal factors of high and medium risks, and formulate mitigation strategies. This study aims to identify risks, analyze risk assessment using FMEA, analyze risk causal factors using FTA, and develop mitigation strategies for the Yogyakarta–Bawen Toll Road Construction Project Section 1. This study uses a risk management approach by integrating the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Fault Tree Analysis (FTA) methods. Data were obtained through literature studies, interviews, and questionnaires involving the owner, contractor, and consultant. Initial risk identification was carried out through literature review and then validated by 5 respondents. Furthermore, risk assessment was conducted by 10 respondents based on the parameters of severity, occurrence, and detection to obtain the Risk Priority Number (RPN). High-risk events and medium-risk  events with the highest RPN values were analyzed using FTA to identify the top event, intermediate event, and basic event as the basis for preparing mitigation strategies. The results show that the validation process produced 22 risk events. The FMEA analysis identified 2 high-risk events, 16 medium-risk events, and 4 low-risk events. The highest priority risk was land acquisition delay with an RPN of 66, followed by prolonged design review with an RPN of 52.1, unexpected weather during construction with an RPN of 43.3, and difficulty in finding quarry locations with an RPN of 27. The FTA analysis indicates that the dominant causes of risk originated from administrative, technical, and external factors. The mitigation strategies are directed toward strengthening stakeholder coordination, accelerating legal-administrative processes, improving field survey quality, developing weather-adaptive work plans, and preparing alternative material sources from the early stage.

 

Kata Kunci : Jalan Tol Yogyakarta - Bawen, FMEA, FTA, RPN, mirigasi risiko

  1. S2-2026-513251-abstract.pdf  
  2. S2-2026-513251-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-513251-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-513251-title.pdf