Laporkan Masalah

MANAJEMEN RISIKO FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JARINGAN DISTRIBUSI LISTRIK (Studi Kasus: Proyek di Wilayah Kerja UP3 Pontianak)

LILIS NURAENI, Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D.,IPU., ASEAN.Eng.

2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Jaringan distribusi listrik merupakan bagian terakhir (last mile) dalam sistem ketenagalistrikan yang berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi kepada pelanggan akhir. Keterlambatan proyek konstruksi jaringan distribusi listrik dapat menghambat penyediaan akses listrik, menurunkan kinerja proyek, serta menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Meskipun risiko keterlambatan pada proyek konstruksi telah banyak diteliti, kajian yang secara khusus membahas proyek jaringan distribusi listrik masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, menganalisis pengaruh kategori risiko terhadap keterlambatan proyek, serta merumuskan strategi pengendalian dan mitigasi pada proyek jaringan distribusi listrik di wilayah kerja PLN UP3 Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dari 92 responden yang terlibat dalam pengelolaan proyek jaringan distribusi listrik. Analisis dilakukan menggunakan Relative Importance Index (RII) untuk menentukan prioritas risiko, matriks risiko untuk mengklasifikasikan tingkat risiko, serta Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis pengaruh antar kategori risiko terhadap keterlambatan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pengadaan material, durasi kontrak dan persyaratan yang tidak realistis, serta regulasi atau perizinan pemadaman listrik merupakan faktor risiko yang paling dominan. Berdasarkan matriks risiko, keterlambatan pengadaan material dan durasi kontrak yang tidak realistis termasuk kategori risiko sangat tinggi, dan hasil analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa faktor-faktor risiko yang berada dalam kendali pemilik proyek (risiko internal) memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keterlambatan proyek dibandingkan dengan faktor risiko eksternal. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi pengendalian dan mitigasi risiko sebaiknya difokuskan pada faktor-faktor risiko internal yang berada dalam kendali pemilik proyek. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan pengelolaan rantai pasok material, peningkatan kualitas perencanaan dan pengendalian proyek, serta optimalisasi koordinasi antar pemangku kepentingan untuk meminimalkan potensi keterlambatan pada proyek jaringan distribusi listrik.

Electricity distribution networks represent the final stage (last mile) of the power system and function to deliver electricity from the transmission system to end users. Delays in electricity distribution network construction projects can hinder the provision of electricity access, reduce project performance, and result in financial losses for the company. Although delay risks in construction projects have been widely investigated, studies specifically addressing electricity distribution network projects remain relatively limited. This study aims to identify, assess,  prioritize, and analyze the effects of risk categories on project delays and propose appropriate risk control and mitigation strategies for electricity distribution network projects within the operational area of PLN UP3 Pontianak. This study employed a quantitative approach using primary data collected through questionnaires from 92 respondents involved in the management of electricity distribution network projects. The analysis applied the Relative Importance Index (RII) to determine risk priorities, a risk matrix to classify risk levels, and Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to examine the effects of different risk categories on project delays. The results indicate that delays in material procurement, unrealistic contract durations, and regulations or permits related to electricity outages are the most dominant risk factors. Based on the risk matrix, delays in material procurement and unrealistic contract durations are classified as very high risks. The PLS-SEM results further demonstrate that risk factors within the project owner’s control, referred to as internal risks, exert a greater influence on project delays than external risk factors. The findings suggest that risk control and mitigation strategies should primarily focus on internal risks within the project owner’s control. These efforts may include strengthening material supply chain management, improving the quality of project planning and management, and enhancing coordination among stakeholders to minimize potential delays in electricity distribution network projects.

Kata Kunci : Jaringan disribusi listrik; keterlambatan proyek; manajemen risiko; Pontianak; SEM-PLS.

  1. S2-2026-548197-abstract.pdf  
  2. S2-2026-548197-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-548197-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-548197-title.pdf