Analisis Hubungan Beban Kerja dan Penghasilan Terhadap Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo
Agustinus Pandega Sandi Waskito, Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D; dr. Srimurni Rarasati, MPH
2026 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Tingginya beban kerja serta penghasilan yang tidak seimbang dengan tuntutan pekerjaan dapat memengaruhi kinerja perawat, khususnya di ruang rawat inap kelas III yang memiliki intensitas pelayanan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji hubungan antara beban kerja dan penghasilan terhadap kinerja perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja dan penghasilan terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III sebanyak 65 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara statistik melalui analisis univariat dan bivariat.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden berjenis kelamin Perempuan (73,8%), berpendidikan D3 Keperawatan (55,4%), dan memiliki masa kerja 5–20 tahun (60,0%). Sebagian besar responden memiliki beban kerja kategori sedang dan tinggi (masing-masing 32,3%), penghasilan kategori tinggi (35,4%), serta kinerja kategori sedang (53,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja perawat (p=0,01; r=-0,30), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan hubungan lemah. Sementara itu, penghasilan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat (p=0,63).
Keterbatasan Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional sehingga tidak dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat. Selain itu penelitian ini memerlukan integrasi antara data kuantitatif dan kualitatif. Meskipun kedua jenis data saling melengkapi, penelitian ini memiliki keterbatasan karena pengumpulan data dilakukan dalam waktu yang terbatas sehingga proses pendalaman melalui wawancara belum dapat menggali seluruh faktor yang mempengaruhi kinerja perawat secara komprehensif. Penelitian ini hanya dilakukan di satu rumah sakit sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan ke rumah sakit dengan
karakteristik yang berbeda.
Kesimpulan: Beban kerja berhubungan signifikan dengan kinerja perawat, dimana semakin tinggi beban kerja maka cenderung semakin rendah kinerja perawat. Sebaliknya, penghasilan tidak berhubungan signifikan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo. Manajemen rumah sakit perlu memperhatikan distribusi beban kerja yang proporsional untuk meningkatkan kinerja perawat.
Kata kunci: beban kerja, penghasilan, kinerja perawat
Background: Nurse performance is a key indicator of the quality of nursing care in hospitals. High workloads and income levels that are disproportionate to job demands can affect nurse performance, particularly in Class III inpatient wards characterized by high service intensity. Therefore, research is needed to examine the relationship between workload, income, and nurse performance. Objective: This study aims to analyze the relationship of workload and income with the performance of nurses in the Class III inpatient ward at Palang Biru Kutoarjo Hospital. Methods: This is a quantitative study utilizing an analytic observational approach and a cross-sectional design. The study population consisted of all 65 staff nurses in the Class III inpatient ward, selected via total sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed statistically through univariate and bivariate analyses. Results: The majority of respondents were female (73.8%), held a Diploma III in Nursing (55.4%), and had a tenure of 5–20 years (60.0%). Most respondents fell into the moderate and high workload categories (32.3?ch), the high-income category (35.4%), and the moderate performance category (53.8%). Pearson correlation test results indicated a significant relationship between workload and nurse performance (p=0.01; r=-0.30), characterized by a negative direction and weak strength. Meanwhile, income showed no significant relationship with nurse performance (p=0.63). Study Limitations: This study employed a cross-sectional design; therefore, it cannot establish a causal relationship. Additionally, the study would benefit from the integration of quantitative and qualitative data. Although the two types of data complement each other, this study has limitations; the data collection period was restricted, meaning the in-depth interview process could not comprehensively explore all factors influencing nurse performance. Furthermore, as the study was conducted at a single hospital, the findings cannot be generalized to hospitals with different characteristics.
Conclusion: Workload is significantly associated with nurse performance; higher workloads tend to correlate with lower performance. Conversely, income is not significantly associated with nurse performance in the Class III inpatient wards of Palang Biru Kutoarjo Hospital. Hospital management needs to ensure a proportional distribution of workload to improve nurse performance.
Keywords: workload, income, nurse performance.
Kata Kunci : Beban kerja, penghasilan, kinerja perawat