Penilaian Komprehensif Kualitas Pelayanan Antenatal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
Sella Zenitasari, Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.O.G. Subsp.Obginsos,Dr.dr. R. Soerjo Hadijono, Sp.O.G.Subsp.Obginsos
2026 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
Latar belakang: Kesehatan ibu berperan dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas bagi suatu bangsa. Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan suatu bangsa adalah angka kematian maternal dan bayi. Kematian maternal dan bayi dapat dicegah melalui pelayanan antenatal yang berkualitas. Pemerintah Indonesia telah mendukung program pelayanan antenatal terpadu untuk menurunkan angka kematian maternal dan bayi. Kunjungan antenatal lebih dari 6x (K6) diharapkan dapat mencegah morbiditas dan kematian maternal, akan tetapi, kuantitas kunjungan ternyata tidak cukup dalam mencegah kematian maternal. Pelayanan antenatal tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan, tetapi kualitas pelayanan merupakan komponen penting sebagaiindikator keberhasilan pelayanan ANC.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan antenatal dengan kejadian kematian maternal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), yaitu explanatory sequential method yang mencakup metode kuantitatif observasional analitik dengan rancangan metode case-control dengan jumlah subjek 90 (24 kasus kematian dan 66 kontrol), serta dilanjutkan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 13 informan untuk menjelaskan temuan kuantitatif.
Hasil: Kualitas ANC mempunyai hubungan yang signifikan dalam mencegah kematian maternal (p<0 OR=7.692;>CI: 0.278–72.87) dan komplikasi kehamilan (p<0 OR=193.857; >95% CI: 8.71–251.78) merupakan faktor yang berpengaruh dalam mencegah risiko kematian maternal. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa kualitas ANC dipengaruhi oleh kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan fasilitas, efektivitas rujukan, program kesehatan ibu, serta pendidikan dan dukungan keluarga.
Kesimpulan: Peningkatan kualitas ANC dan optimalisasi sistem rujukan merupakan strategi kunci dalam menurunkan kematian maternal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Diperlukan analisis mendalam dalam setiap proses AMP-SR untuk memastikan identifikasi sumber masalah yang lebih akurat dan dapat ditindaklanjuti dengan tepat.
Background: Maternal health plays a crucial role in fostering a healthy and high-quality generation for a nation. One indicator of a nation’s health status is the maternal and infant mortality rates. Maternal and infant deaths can be prevented through high-quality antenatal care. The Indonesian government has supported an integrated antenatal care program to reduce maternal and infant mortality rates. More than six antenatal visits (K6) are expected to prevent maternal morbidity and mortality; however, the number of visits alone is not sufficient to prevent maternal deaths. Antenatal care should not focus solely on the number of visits; rather, the quality of care is a critical component and an indicator of the success of ANC services. The purpose of this study is to determine the relationship between the quality of antenatal care and the incidence of maternal mortality in Purwakarta Regency, West Java. Methods: This study used an explanatory sequential mixed-methods approach, including an analytical observational quantitative study with a case-control design involving 90 subjects (24 cases of death and 66 controls), followed by chi-square tests and logistic regression. The qualitative method used in-depth interviews with 13 informants to explain the quantitative findings. Results: The quality of antenatal care (ANC) is significantly associated with the prevention of maternal mortality (p<0 OR=7.692;> 2.360–25.074) and pregnancy complications (p<0 OR=145.8;>: 8.71-251.78) influence the risk of maternal mortality. Qualitative findings indicate that ANC quality is influenced by health care provider competence, facility availability, referral effectiveness, maternal health programs, and family education and support. Conclusion: Improving the quality of antenatal care (ANC) and optimizing the referral system are key strategies for reducing maternal mortality in Purwakarta Regency, West Java. An in-depth analysis of each AMP-SR process is needed to identify root causes more accurately and address them appropriately.
Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Antenatal, standar pelayanan kesehatan ibu dan anak, kematian maternal.