Analisis pangsa pasar angkutan umum terhadap peningkatan pelayanan :: Studi kasus Bis Kota Rute 4, 11, dan 19 di Yogyakarta
SYLVIANA, Rika, Dr.Ir. Sigit Priyanto, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiAngkutan umum perkotaan sangat dibutuhkan masyarakat perkotaan di Yogyakarta yang berpenghasilan menengah ke bawah untuk menunjang kegiatan seharihari, yang merupakan kelompok captive. Kondisi dan kinerja pelayanan angkutan umum saat ini sering dikeluhkan penumpang seperti lamanya perjalanan, ngetem, kurang bersih, dan tidak aman. Perlu dilakukan usaha-usaha untuk mempertahankan jumlah penumpang bis kota agar tidak beralih ke kendaraan pribadi, bahkan menarik pangsa pasar baru yaitu kelompok choice untuk menggunakan bis kota. Studi ini mencoba menentukan pangsa pasar penumpang dan bukan penumpang bis kota yang memiliki sepeda motor dan mobil pribadi berdasarkan identifikasi karakteristik sosio-ekonomi. Dengan teknik stated preference dilakukan survai wawancara langsung pada 180 respoden mewakili kedua kelompok tersebut. Kemudian dilakukan pemodelan oredered probit dengan bantuan software Limdep versi 7.0. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kelompok captive berpenghasilan di bawah lima ratus ribu rupiah, berusia di bawah 20 tahun, berstatus pelajar/mahasiswa. Peluang pangsa pasar dengan tingkat kemauan membayar pasti naik (64,32%) pada tarif tetap (Rp 1000,-), waktu tempuh lebih cepat 10 menit, dan pengadaan musik, sementara itu pilihan mungkin naik (26,54%) merupakan kondisi bis kota saat ini. Sedangkan kelompok choice berusia antara 20 – 30 tahun sebagai wiraswasta dan karyawan swasta berpenghasilan antara lima ratus ribu hingga dua juta rupiah lebih, dengan maksud perjalanan bekerja. Pada kelompok ini peluang pangsa pasar dengan tingkat kemauan membayar pasti naik (32,82%) dan mungkin naik (26,52%) pada tarif tetap, kedatangan bis kurang dari 10 menit, kepastian mendapat tempat duduk dan pengadaan musik. Tingkat kemauan membayar dengan pilihan ragu-ragu pada tarif menjadi Rp 1300,-, waktu tempuh lebih cepat 10 menit, kedatangan bis kurang dari 10 menit dan pengadaan musik dipilih 23,78% kelompok captive dan 23,70% kelompok choice.
Urban public transport is needed by city society who has middle and low earn especially captive passenger in Yogyakarta. The existing conditions of public transport are complaint by passenger such as long travel time, stop at the any location, dirty, and no safety. It is needed to endure not change to own vehicle, furthermore it can attract new market share from choice passengers. This research tried to determine market share from captive passengers and choice passengers who have own car and motor cycle based on identification of socio economic characteristics. By stated preferences technique, some data were collected with 180 respondents form both groups. Hence it was conducted ordered probit model assisted Limdep verse 7.0 software. The results of this research show that majority of the captive passengers were earned lower than five hundred thousand rupiahs, the age was lower than twenty years old as students. According to those characteristics, the market share’s probabilities were for definitely departure choice of willingness to pay (64.32%) with flat fare, travel time faster than 10 minutes, and music, meanwhile for probably departure, it was 26.54% as the existing condition of bus. However, the majority of choice passengers were age from 20 to 30 years old, earned between Rp 500,000 and more than Rp 2,000,000, as private employers. The market share’s probabilities were 32.82% for definitely departure and 26.52% for probably departure choice with flat fare, headway less than 10 minutes, get a seat surely, and music. The market share’s probabilities for no preference choice with fare increase (Rp 1300,-), travel time faster than 10 minutes, headway less than 10 minutes, and music, were chosen by 23.78% for captive passengers and 23.70% for choice passengers.
Kata Kunci : Angkutan Umum, Bus Kota,Pangsa Pasar, Kualitas Layanan, Market share, Stated preference, Ordered probit model.