Analisis spasial dan ekonomi pelayanan Pasar Sentral Raha terhadap wilayah sekitarnya
HASRUN, La Ode, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini mengkaji mengenai jangkauan pelayanan Pasar Sentral Raha terhadap wilayah sekitarnya dengan tujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi pelayanan pasar akibat perbedaan karakteristik geografisnya. Aspek yang digunakan, yaitu: (1) aspek spasial, yang terdiri dari variabel: aksesibilitas, sebaran, dan tarikan. (2) aspek ekonomi, dengan variabel: struktur tataniaga dan biaya tataniaga. Komoditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 komoditas yang signifikan diperdagangkan dalam Pasar Sentral Raha yaitu: barang kelontong, pakaian, dan sayuran. Sedangkan lokasi penelitian terdiri empat, yaitu: Bonea dan Lohia (mengakses Pasar Sentral Raha melalui transportasi darat), Pure dan Maligano (melalui transportasi laut). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan rasionalistik deskriptif dengan kombinasi antara metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Responden penelitian berjumlah 120 orang ditentukan dengan teknik quota tersebar di empat lokasi, sedangkan penarikan sampel responden menggunakn teknik purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh untuk aspek spasial dengan variabel: 1) aksesibilitas (a) jarak: Pasar Sentral Raha-Bonea sekitar 15 km, Pasar Sentral Raha-Lohia sekitar 12 km, Pasar Sentral Raha-Pure sekitar 25 km, dan Pasar Sentral Raha-Maligano sekitar 35 km. (b) moda transportasi yang digunakan: Pasar Sentral Raha-Bonea menggunakan kendaraan darat, Pasar Sentral Raha-Lohia menggunakan kendaraan darat, Pasar Sentral Raha-Pure menggunakan kendaraan darat dan laut, dan Pasar Sentral Raha-Maligano menggunakan kendaran darat dan laut. (c) tarikan: pedagang di lokasi penelitian yang paling sering berinteraksi dengan pedagang Pasar Sentral Raha berturut-turut mulai dari Lohia, Bonea, Pure dan Maligano. Sedangkan hasil penelitian yang diperoleh untuk aspek ekonomi dengan variabel: 1) struktur tataniaga komoditas: (a) barang kelontong ada 2 pola yatu:I) distributor/agen-pedagang grosir-pedagang pengecer-konsumen, II) distributor/agenpedagang perantara-pedagang pengecer-konsumen. (b) pakaian yaitu: pedagang grosirpedagang pengecer-konsumen. (c) sayuran yaitu: petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen. 2) biaya tataniaga komoditas: (a) barang kelontong: Bonea sekitar 16,67 %, Lohia sekitar 23,61 %, Pure sekitar 27,63 %, dan Maligano sekitar 31,25 % dari harga jual. (b) pakaian sekitar 58,82 % dari harga jual (c) sayuran: Bonea sekitar 50,94 % dan Lohia sekitar 52,83 % dari harga jual.
This research reviews the range of Raha Central Market services to surrounding areas with the intention to know the aspects affecting the market services with regards to geographical characteristic difference of the surrounding areas. The employed aspects are: (1) spatial aspect consisting of the variables of accessibility, distribution, and pooling (2) economy aspect with the variables of marketing structure and marketing margin. This research employed three significant commodities being in commerce in the Raha Central Market, namely: sundries, clothes, and vegetables. Locations of the research are across four locations around the market, namely: Bonea and Lohia (getting access to Raha Central Market by land transportation), Pure and Maligano (by sea). The methodology employed in this research is rationalistic descriptive approach with the combination of quantitative and qualitative analysis methods. The number of the respondents is 120 persons who are determined with quota technique (30 persons of each location), while respondent samples are pooled with purposive sampling technique. The results of spatial aspect have researched for the following variables: 1) accessibility (a) distance: Raha Central Market-Bonea about 15 kilometers, Raha Central Market-Lohia about 12 kilometers, Raha Central Market-Maligano about 35 kilometers. (b) Transport mode being used: Raha Central Market-Bonea by land transportation, Raha Central Market-Lohia by land transportation, Raha Central Market- Pure by land and sea transportation, and Raha Central Market-Maligano by land and sea transportation. (c) Pooling: the merchants in the research area who interact with those in Raha Central Market come - from those with the most frequent interaction - from Lohia, Bonea, Pure and Maligano, respectively. The results of economy aspect have investigated for variables: 1) marketing structure of commodities: (a) sundries which have two patterns, namely: I) distributor/agency-grosser-retailer-consumer, II) distributor/agency – broker -retailerconsumer. (b) Clothes, namely: grosser-retailer-consumer. (c) Vegetables, namely: farmer-merchant collector-merchant retailer-consumer. 2) Commodity marketing margin: (a) Of the selling price of sundries: Bonea approximately take 16.67%, Lohia about 23.61%, Pure about 27.63%, and Maligano about 31.25%, (b) Of the selling price of clothes get about 58.82%, (c) And finally of the selling price of vegetables: Bonea get about 50.94% and Lohia about 52.83%.
Kata Kunci : Pasar, Aspek Spasial dan Ekonomi, Spatial, Economy, Services, and Raha Central Market.