Laporkan Masalah

Analisis komparasi fisik, ekonomi dan sosial di Permukiman Transmigrasi Umum pola usaha tanaman pangan dan pola usaha peternakan :: Studi kasus SP 1 Keban Agung Kabupaten Lahat dan Trans Kunak Sapi Perah Datar Lebar Kabupaten Muara Enim Propinsi Sumatera Selatan

SANTOSO, Tulus, Dr. Yeremias T. Keban, MURP

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Transmigrasi telah dilaksanakan sejak tahun-tahun yang silam, berawal dari paradigma demografis hingga ekonomis. Tingkat keberhasilan dan kegagalan program ini perlu dipertanyakan. Untuk itu, penelitian ini mengambil studi kasus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membandingkan aspek fisik, ekonomi, dan sosial transmigrasi di dua kasus dengan masing-masing dokumen Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP); (2) membandingkan aspek fisik, ekonomi, dan sosial dari dua kasus transmigrasi yang berbeda pola usaha pokoknya. Hipotesis penelitian adalah bahwa transmigrasi umum pola usaha pokok tanaman pangan lebih baik daripada pola usaha peternakan. Penelitian ini menggunakan deduktif kuantitatif. Obyek penelitian ini adalah kepala keluarga (KK) transmigran berjumlah 109 KK yang terdiri atas 28 KK trans Kunak Sapi Perah Datar Lebar dan 81 KK di trans SP1 Keban Agung. Metode analisis menggunakan statistik bivariat. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa perbandingan aspek fisik, sosial, dan ekonomi pada transmigrasi pola usaha peternakan dengan dokumen rencana cenderung tidak sesuai. Sedangkan perbandingan aspek fisik, sosial, dan ekonomi pada transmigrasi pola usaha pertanian dengan dokumen rencana cenderung sesuai. Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan pola usaha peternakan dengan pendapatan pola usaha pertanian tanaman pangan, didapat bahwa nilai chi square (χ² data) dengan degree of freedom (df=1) lebih besar dari standard chi square (14,686 > 3,841), pada tingkat kepercayaan 95% (level of significant 0,05). Ada perbedaan yang signifikan antara transmigrasi pola usaha ternak dan transmigrasi pola usaha pertanian pada pendapatan kotor per kapita per tahun, karena studi kasus pada dua lokasi transmigrasi dengan pola usaha yang berbeda telah mengalami perubahan/ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi. Ketidaksesuaian tersebut disebabkan pergeseran pola usaha pokok yang gagal sehingga pola usaha sekunder dan tersier menjadi pilihan masyarakat.

Transmigration has been done since the past years, beginning from demographic paradigm to economic paradigm. The success and the failure level of this program, however, are questionable. For the reason, this research took a case study to answer the problem. This research was intended: (1) to compare the physical, economic, and social aspects of transmigration in two cases with each document of Technical Plan of Settlement Unit (RTSP = Rencana Teknis Satuan Permukiman); (2) to compare physical, economic, and social aspects of two transmigration cases of which core business patterns were different. The research hypothesis was that the crops core business pattern of public transmigration was better than animal husbandry core business pattern. This research utilized a deductive quantitative method. The objects of this research were 109 households of transmigrating people, covering 28 households of Trans Kunak Sapi Perah Datar Lebar and 81 households of Trans SP1 Keban Agung. It used statistical bi-variant analysis method. The first result of the research explained that the comparison of physical, social, and economic aspects of the transmigration with animal husbandry core business pattern tended to be inconsistent to the planning document. That of the transmigration with farming core business pattern tended to be consistent to the planning document. The second result showed that there was correlation between the income of the animal husbandry business pattern and that of the crop farming core business pattern. It was understood that the chi square (χ2 data) value with degree of freedom (df=1) was greater than the standard chi square (14.686>3.841), on the level of significance of 95%. There was significant difference between the animal husbandry and crop framing business patterns on the annual gross income per capita, since the case study in two different locations of transmigration with different business patterns had been changed/ inconsistent between the plan and realization. Such inconsistency was due to the shift of the unsuccessful core business pattern so that the secondary and tertiary business patterns became the option for the society.

Kata Kunci : Transmigrasi,Pola Usaha,Tanaman Pangan dan Peternakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.