Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan Program Pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Alor :: Studi kasus pemberian bantuan kredit lunak subsidi BBM terarah

PULINGMAHI, John P, Dr. Yeremias T. Keban, MURP

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Perkembangan usaha kecil dan mikro selalu menghadapi masalah yang klasik yaitu masalah permodalan dan sumber daya manusia. Dari fenomena tersebut usaha yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pembuat kebijakan dalam menghadapi masalah tersebut dapat dilihat dengan adanya bantuan program Inpres desa tertinggal (IDT), Kredit usaha tani(KUT), Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan juga Program Bantuan Kredit lunak subsidi BBM terarah tujuannya untuk memperkuat struktur keuangan melalui Koperasi Simpan Pinjam/Usaha Simpan Pinjam Koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro di pedesaan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan program bantuan kredit lunak subsidi BBM terarah sesuai dengan norma-norma perencanaan pemberdayaan masyarakat serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari pelaksanaaan program tersebut di Kabupatern Alor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif adalah untuk mendeskripsikan atau melukiskan realitas sosial yang kompleks yang ada di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan program bantuan kredit lunak subsidi BBM mengarah kepada teori prosudural (Teori of planning) yaitu proses pelaksanaan program bantuan kredit lunak subsidi BBM telah diatur dalam buku Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan program bantuan kredit lunak subsidi BBM atau dengan kata lain model yang digunakan dalam pelaksanaan program tersebut adalah model Disjointed Incrementalism yaitu sesuai dengan tujuan dan sasaran dari program tersebut, sedangkan mekanisme pelaksanaan yang digunakan dalam program ini adalah gabungan antara mekanisme Bottom up dengan Top down planning. Hal ini terlihat dari pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menentukan jenis kegiatan usaha sendiri. Disisi lain Pemerintah masih ikut campur tangan dalam mengontrol pelaksanaan program berupa pemberian rambu-rambu seperti yang diatur dalam buku pentunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) program bantuan kredit lunak subsidi BBM. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari program bantuan kredit lunak subsidi BBM jika dilihat dari aras teoritik (abstrak) adalah faktor komunikasi, faktor sumber daya, faktor watak/sikap pelaksana program, faktor partisipasi masyarakat, faktor karakteristik lembaga pelaksana. Temuan diaras empiris menunjukkan bahwa disamping faktor-faktor tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari program tersebut yaitu, karakteristik wilayah bergunung-gunung sehingga dapat memberikan variasi iklim yang berbeda-beda antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain hal ini merupakan suatu potensi bagi masyarakat Kabupaten Alor dalam pengembangan karena terdapat beraneka ragam tanaman produktif, faktor sikap mental masyarakat penerima bantuan kredit lunak subsidi BBM yang begitu antusias dalam mengikuti program tersebut, Faktor ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai hal ini membuat pelaksanaan program di Kabupaten Alor cukup berhasil.

The development of small and micro enterprises always encounters classical problem namely capital and human resource. Government, as policy maker, tries to solve the problem by providing programs such as Inpres Desa Tertinggal (IDT) / President Instruction for Underdeveloped Villages, Kredit Usaha Tani (KUT) / Credit for Farming Activities, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) / Sub District Development Program, and Credit Fund Program of the Directed Oil Subsidy of which goal is strengthening financial structure through Koperasi Simpan Pinjam (Credit Union) and Micro Finance Institution in villages. The goal of this research was to know whether the implementation of the Credit Fund Program of the Directed Oil Subsidy was in line with the norms of the society empowerment program and to identify the factors influencing success of the program implementation in Alor Regency. The employed method was the descriptive, qualitative one to describe or illustrate complex, social reality in the society. The results of the research showed that the implementation of Credit Fund Program of Directed Oil Subsidy resembled procedural theory (Theory of Planning) namely the implementation of the program was directed in The Technical Guide and Implementation Direction of Credit Fund Program of Directed Oil Subsidy. In other words, the model that was used to implement the program was the Disjointed Incrementalism model that was in line with the goal and the objective of the program. The mechanism of the implementation in this program was a combination of Bottom Up and Top Down planning. This could be seen from the opportunity given to the society to independently decide what activities their enterprises would run. On the other hand, the government still intervened in controlling the program implementation by giving warnings as was directed in technical guide and implementation direction of the Credit Fund Program of Directed Oil Subsidy. From theoretical point of view (abstract), the factors affecting success of the Credit Fund Program of Directed Oil Subsidy were communication, resources, and character/attitude of the program executor, society participation, and characteristics of the executor institution. Apart from the above factors, the empirical finding showed that there were still other factors affecting success of the program. It was the characteristic of mountainous area making a range of climate of different areas. This is potential for the society of Alor Regency in the development because there are various productive plants, enthusiastic society as the receiver of the credit fund to follow the program and the availability of adequate transportation infrastructure and facility. This made the program implementation in Alor Regency successful.

Kata Kunci : Program Pemberdayaan Masyarakat,Subsidi BBM,Pengusaha Kecil dan Mikro, Society empowerment, Oil Subsidy, Small and Micro Entrepreneur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.