PEMANFAATAN APLIKASI MACHINE LEARNING PADA PEMODELAN NILAI TANAH PERKOTAAN SEBAGAI BASIS LAYANAN ADMINISTRASI PERTANAHAN
Udiana Wahyu Deviantari, Prof. Ir. Trias Aditya K.M, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.; Ir. Prijono Nugroho D, MSP. Ph.D., IPM
2026 | Disertasi | S3 Teknik Geomatika
Penilaian tanah merupakan kegiatan penentuan nilai tanah yang
dipengaruhi oleh faktor spasial, ekonomi, dan kebijakan, sehingga memerlukan
pendekatan pemodelan yang mampu menangkap heterogenitas nilai pada setiap bidang
tanah. Pendekatan zonasi melalui Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) yang selama ini
digunakan dalam administrasi pertanahan di Indonesia cenderung menyederhanakan
variasi nilai tanah dan belum sepenuhnya mencerminkan dinamika nilai aktual. Di
sisi lain, evaluasi pemodelan nilai tanah berbasis machine learning pada umumnya masih terbatas pada metrik ketepatan
statistik, sehingga kegunaan hasil pemodelan bagi pengambilan keputusan
pengguna layanan belum banyak diuji. Penelitian ini bertujuan mengembangkan
model Nilai Bidang Tanah (NBT) berbasis machine
learning, memanfaatkannya sebagai dasar penyusunan Recommendation System bidang tanah, serta menguji hasilnya tidak
hanya dari ketepatan nilai yang dihasilkan, tetapi juga dari kegunaannya bagi
keputusan pengguna layanan administrasi pertanahan di Indonesia.
Penelitian dilakukan di Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta melalui
dua tahapan utama. Tahap pertama mencakup pemodelan NBT menggunakan algoritma Random Forest (RF) dengan dua sumber
data, yaitu data penawaran dari K-Appraisal (2.835 titik di Surabaya;
1.599 titik di Yogyakarta) dan data transaksi dari Pusdatin (9.771 titik di
Surabaya; 1.900 titik di Yogyakarta). Tahap kedua berfokus pada pengembangan Recommendation System berbasis hasil pemodelan NBT menggunakan dua
pendekatan, yaitu Ordinary Least Squaress (OLS) dan Deep Neural Network (DNN). Evaluasi
model dilakukan menggunakan metrik MAE, MAPE, R², CoV, dan PRD.
Hasil pemodelan NBT menunjukkan nilai R² berkisar antara 0,92
hingga 0,99. Evaluasi tingkat kontribusi variabel menunjukkan bahwa zonasi
merupakan faktor paling dominan di kedua kota, diikuti oleh jarak dari jalan
arteri dan jarak dari CBD di Surabaya, serta kelas jalan dan lebar jalan di
Yogyakarta. Meskipun demikian, model belum sepenuhnya konsisten dalam
merepresentasikan variasi nilai tanah di seluruh kawasan, yang ditandai dengan adanya
anomali spasial di mana beberapa lokasi strategis menghasilkan estimasi nilai
yang tidak sesuai ekspektasi, serta perbedaan nilai yang cukup besar pada
beberapa kawasan bila dibandingkan dengan NJOP yang berlaku. Hasil Recommendation System menunjukkan bahwa OLS menghasilkan rekomendasi
yang terpusat secara geografis, sedangkan DNN menghasilkan pola rekomendasi
yang lebih bervariasi mengikuti profil pengguna. Namun uji signifikansi
menunjukkan bahwa perbedaan kesalahan antara kedua model tidak signifikan
secara statistik, sehingga DNN belum terbukti lebih unggul dibandingkan OLS
pada jumlah data preferensi yang tersedia. Kebaruan penelitian ini terletak
pada pemanfaatan hasil pemodelan NBT berbasis Random Forest sebagai dasar penyusunan Recommendation System bidang tanah yang menyesuaikan dengan
kebutuhan berbagai pengguna layanan administrasi pertanahan. Dengan cara ini,
keberhasilan model tidak hanya diukur dari ketepatan angkanya, tetapi juga dari
kegunaannya bagi pengguna.
Land
valuation is an activity for determining land values influenced by spatial,
economic, and policy factors, thus requiring an approach capable of capturing
value heterogeneity across land parcels. The zoning approach through the Land
Value Zone Map (ZNT) which has been employed in land administration in
Indonesia tends to oversimplify land value variation and does not fully reflect
actual value dynamics. On the other hand, the evaluation of machine
learning-based land value modelling has generally been limited to statistical
accuracy metrics. Consequently, the practical usefulness of the model outputs
for supporting users' decision-making has not been widely evaluated. This
research aims to develop a machine learning-based land parcel value model,
utilize it as the foundation for a land parcel Recommendation System , and evaluate its performance not only in
terms of predictive accuracy but also in terms of its usefulness for supporting
decision-making in the Indonesian land administration sector.
The study was conducted in Surabaya and Yogyakarta through
two main stages. The first stage involved NBT modeling using the Random Forest
(RF) algorithm with two data sources: offering price data from K-Appraisal
(2,835 parcels in Surabaya; 1,599 in Yogyakarta) and transaction data from
Pusdatin (9,771 parcels in Surabaya; 1,900 in Yogyakarta). The second stage
focused on developing a Recommendation System based
on the NBT modeling results using two approaches: Ordinary Least Squaress (OLS)
and Deep Neural Network (DNN). Model performance was evaluated using MAE, MAPE,
R², CoV, and PRD metrics.
The NBT modeling results yielded R² values ranging from 0.92 to 0.99. Variable contribution analysis revealed that land zoning was the most dominant factor in both cities, followed by distance to arterial roads and CBD in Surabaya, and road class and road width in Yogyakarta. However, the model was not fully consistent in representing land value variations across all zones, as evidenced by spatial anomalies where certain strategic locations produced unexpectedly low or high value estimates, as well as notable discrepancies with the prevailing Tax Object Sale Value (NJOP) in some areas. The Recommendation System results showed that OLS tended to produce geographically concentrated recommendations, whereas DNN generated more diverse recommendation patterns across different user profiles. However, the significance test indicated that the difference in prediction errors between the two models was not statistically significant, suggesting that DNN has not yet been proven to outperform OLS given the currently available preference data. The novelty of this research lies in the utilization of a Random Forest-based land parcel value model as the foundation for a land parcel Recommendation System tailored to the needs of different users in the land administration sector. In this way, the performance of the proposed framework is evaluated not only in terms of predictive accuracy but also in terms of its practical usefulness for end users.
Kata Kunci : Administrasi pertanahan, Nilai Bidang Tanah, Random Forest, Recommendation System