ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN ANNEALING DAN TEMPERING PADA BAJA BODY FRAME BUS KAROSERI LAKSANA TERHADAP LAJU KOROSI
Dimas Ari Prasetyo, Dr. Ir. Viktor Malau, DEA
2011 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan sifat-sifat fisis (struktur mikro), mekanis (kekuatan tarik, kekuatan luluh/mulur, persen perpanjangan dan kekerasan), laju korosi body frame baja karoseri baik sebelum ataupun sesudah dikenai perlakuan panas (Annealing dan Tempering). serta mengetahui sejauh mana pengaruh perlakuan panas anil dan penemperan terhadap sifat-sifat fisis, mekanis dan laju korosi body frame baja karoseri. Body frame baja karoseri yang didapatkan dari Karoseri Laksana terlebih dahulu dilakukan uji komposisi untuk mengetahui jenis baja tersebut. Setelah dibentuk spesimen kemudian dilakukan proses perlakuan panas (Annealing dan Tempering). Pada proses Annealing dilakukan pemanasan sampai suhu 900oC dengan lama penahanan (holding time) pada suhu tersebut selama 1,5 jam, setelah proses holding time selesai oven dimatikan dan spesimen dibiarkan dingin didalam oven tersebut. Pada proses Tempering, sebelumnya spesimen dilakukan pemanasan sampai suhu 900oC dengan lama penahanan (holding time) pada suhu tersebut selama 1,5 jam, setelah proses holding time selesai spesimen di-quench dengan media oli. Ketika spesimen mencapai suhu ruang selanjutnya dilakukan perlakuan panas tempering dengan beberapa variasi suhu antara lain 27oC (tempering suhu kamar), 200oC, 250oC, 300oC, 350oC, 400oC, 450oC, 500oC, dan 550oC. Setelah mencapai temperatur tersebut kemudian ditahan dengan waktu tahan (holding time) 1 jam, setelah itu spesimen dikeluarkan dari oven dan didinginkan di udara terbuka. Pengujian yang dilakukan, antara lain uji tarik, uji kekerasan, uji korosi dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan body frame baja dari Karoseri Laksana merupakan baja karbon rendah dengan kandungan karbon sebesar 0,0683%. Perlakuan panas annealing terbukti dapat mengembalikan ke sifat-sifat semula atas paduan cold working atau perlakuan panas yang sudah dilakukan sebelumnya. Suhu terbaik untuk memperbaiki kualitas logam antara 250oC sampai 400oC dan suhu 550oC, pada suhu 450oC sampai 500oC kualitas bahan menjadi kurang baik. Tegangan tarik maksimal setelah proses tempering naik sampai 3,65 % dibandingkan dengan raw material tanpa dikenai perlakuan panas. Pada suhu tempering 27oC harga kekerasan naik sampai sekitar 8,78% dari harga kekerasan pada raw material tetapi sifat bahan menjadi lebih getas. Setelah dilakukan proses temper dengan suhu yang lebih tinggi laju korosi menurun dan mencapai nilai terendah saat mencapai suhu temper 400oC yaitu dengan laju korosi sebesar 1,60 mm/yr atau mengalami penurunan sebesar 16,67% dibandingkan dengan laju korosi pada saat quench atau tempering pada suhu kamar 27oC.
-
Kata Kunci : body frame baja karoseri, annealing, quench, tempering