Asosiasi Kondisi Sosial-Ekonomi dengan Kerugian dan Kerusakan Bencana di Indonesia
Ashtian Ultanti, Amesta Kartika Ramadhani, S. T., M. P. W. K.
2026 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Bencana hidrometeorologi dan geologi menimbulkan kerugian
dan kerusakan yang signifikan di Indonesia. Selain karakteristik bahaya,
besarnya dampak bencana dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi yang membentuk
tingkat kerentanan suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis
asosiasi antara PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan,
tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran dengan kerugian dan kerusakan
bencana hidrometeorologi maupun geologi di 34 provinsi di Indonesia. Penelitian
ini menggunakan data panel periode 2011 -2025 dengan metode regresi data panel.
Variabel dependen terdiri atas kerugian bencana hidrometeorologi, kerusakan
bencana hidrometeorologi, kerugian bencana geologi, dan kerusakan bencana
geologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kondisi sosial ekonomi
dengan dampak bencana berbeda menurut jenis bencana dan indikator dampaknya.
PDRB per kapita berasosiasi positif dan signifikan dengan kerugian bencana
hidrometeorologi dan geologi, namun berasosiasi negatif dengan kerusakan
bencana hidrometeorologi. Pertumbuhan ekonomi hanya berasosiasi negatif dan
signifikan dengan kerugian bencana hidrometeorologi. Ketimpangan pendapatan dan
tingkat kemiskinan menunjukkan hubungan yang signifikan pada beberapa indikator
dampak bencana, sedangkan tingkat pengangguran tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi membentuk dampak
bencana secara multidimensional. Oleh karena itu, kebijakan pengurangan risiko
bencana perlu diintegrasikan dengan pembangunan ekonomi, pengurangan kerentanan
sosial, serta penguatan infrastruktur dan kapasitas mitigasi yang disesuaikan
dengan karakteristik masing-masing daerah.
Hydrometeorological and geological disasters inflict
significant loss and damage in Indonesia. Beyond hazard characteristics, the
magnitude of disaster impacts is influenced by socioeconomic conditions that
shape a region’s vulnerability level. This study aims to analyze the
association between GDP per capita, economic growth, income inequality, poverty
rate, and unemployment rate with loss and damage from hydrometeorological and
geological disasters across 34 provinces in Indonesia. The study employs panel
data covering the 2011–2025 period utilizing the panel regression method. The
dependent variables comprise hydrometeorological disaster loss,
hydrometeorological disaster damage, geological disaster loss, and geological
disaster damage. The results indicate that the influence of socioeconomic
conditions on disaster impacts varies according to the type of disaster and the
specific impact indicator. GDP per capita is positively and significantly
associated with hydrometeorological and geological disaster loss, but
negatively associated with hydrometeorological disaster damage. Economic growth
is significantly and negatively associated only with hydrometeorological
disaster loss. Income inequality and poverty rate exhibit significant
relationships with several disaster impact indicators, whereas the unemployment
rate shows no significant association. These findings demonstrate that
socioeconomic factors shape disaster impacts in a multidimensional manner.
Consequently, disaster risk reduction policies need to be integrated with
economic development, social vulnerability reduction, and the strengthening of
infrastructure and mitigation capacity tailored to the characteristics of each
region.
Kata Kunci : Bencana Hidrometeorologi, Bencana Geologi, Kondisi Sosial-Ekonomi, Kerugian Bencana, Kerusakan Bencana, Regresi Data Panel.