Laporkan Masalah

Kajian pengaruh Program Pemberdayaan dan Penanggulangan kemiskinan terhadap perkembangan wilayah Kecamatan di Kabupaten Klaten

AFIFI, Alim, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Pembangunan ekonomi suatu daerah pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sadar dan terus menerus untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik secara bersama-sama dan berkesinambungan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi juga memacu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata. Dengan dasar pertimbangan bahwa pembangunan ekonomi akan membawa (inherent) ketimpangan regional apabila tidak ditangani dengan sungguh-sungguh dan hati-hati, maka melalui Program Pembangunan Daerah Kabupaten Klaten tahun 2001 sampai dengan 2005 permasalahan pokok yang dihadapi adalah masalah kesenjangan antar wilayah kecamatan. Kebijakan yang diambil pemerintah dalam fungsi alokasi dan distribusi secara spasial adalah untuk meningkatkan peranan investasi sektor publik (pemerintah) dalam menggerakkan perekonomian untuk memacu perkembangan wilayah tertinggal dan sekaligus memperkecil kondisi kesenjangan antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi perkembangan wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten, (2) Mengkaji pengaruh program-program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan terhadap kondisi perkembangan wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten. Penelitian dilakukan melalui suatu rangkaian kajian secara deduktif rasionalistik dari data-data yang diperoleh kemudian dideskripsikan, secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk mendukung gambaran hasil penelitian, dikombinasikan dengan penelitian kuantitatif menggunakan uji statistik, sehingga kombinasi dari keduanya digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian dengan background theory yang mendasari permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian mengenai perkembangan wilayah kecamatan secara umum (berdasarkan PDRB perkapita, HDI, dan klasifikasi tipe-tipe pertumbuhan) tingkat perkembangan wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten lebih banyak dipengaruhi oleh titik pusat pertumbuhan (growth center), jalur arteri dan kolektor, dan pusat kegiatan industri pengolahan. Berdasarkan hasil analisis regresi : (1) Bantuan modal usaha pada program IDT berpengaruh positif terhadap peningkatan PDRB perkapita. (2) Bantuan sarana dan prasarana pada program IDT berpengaruh positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. (3) Bantuan modal usaha pada program P3DT berpengaruh positif terhadap peningkatan nilai HDI (4) Bantuan modal usaha pada program P3DT berpengaruh positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. (5) Bantuan modal usaha pada program PDMDKE berpengaruh positif terhadap peningkatan nilai HDI. Dan (6) bantuan modal usaha pada gabungan program (IDT, P3DT, dan PDMDKE) berpengaruh positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan prosentase jumlah keluarga miskin kecamatan di Kabupaten Klaten.

In nature, economic development of an area is a set of intentionally, continually completed activities to continuously make better condition altogether. Hence, economic development may push distribution of development, including its results, to improve prosperity of common people equally and evenly. Considering that economic development is inherent to regional disparity when serious, thorough conducts are not applied, then the 2001 to 2005 Local Development Program of Klaten Regency has been fixed to face the major problem, namely the disparity problems among sub districts. Spatially, the government policy in its allocation and distribution functions are to expand the role of public (government-managed) sector investments to move economy so that they can both advance the underdeveloped areas and lessen the area gap. This research aimed at: (1) identifying the development of sub districts in Klaten Regency, (2) studying the impact of empowerment and poverty alleviation programs on the development condition of the sub districts in Klaten Regency. It was conducted deductively and rationalistically through a set of studies of the collected data, which were subsequently described quantitatively and qualitatively. To hold the description of the results, they were combined to quantitative research with statistical test, making the combination possible to answer the research problem by the background theory, as the basis of the taken problem. The results of the research on sub district general development (on the basis of PDRB per capita, HDI, and growth type classification) showed that the development level of the sub district areas in Klaten Regency was affected more by growth center, artery line and collector, and processing industry activity center. Based on the results of the regression analysis: (1) the capital exertion of the IDT program was positively affected the increase of PDRB per capita. (2) The facility and infrastructure by IDT program were positively affect the increase of economic growth. (3) Capital exertion of P3DT program was positively affected the increase of HDI rate. (4) The capital exertion of the P3DT program was positively affected the increase of economic growth. (5) The capital exertion of PDMDKE program was positively affected the increase on HDDI rate. And (6) the capital exertion of the combined programs (IDT, P3DT, and PDMDKE) was positively affected the increase of economic growth and percentage decrease of underprivileged families in sub districts of Klaten Regency.

Kata Kunci : Perkembangan Wilayah,Program Pemberdayaan Masyarakat,Kemiskinan, Regional Development, Empowerment and Poverty Alleviation Program


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.