Pertanian perkotaan di Kota Cirebon
MARTAPA, Raden Haris, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahMeningkatnya populasi di wilayah perkotaan dapat memberikan tekanan pada lingkungan, baik dari segi sosial, ekonomi, dan juga fisik. Salah satu dari masalah yang ditimbulkan adalah persoalan ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Penelitian ini merekam praktek pertanian perkotaan di kota Cirebon serta mengevaluasi perbedaan yang terdapat di antara pertanian perkotaan yang dilaksanakan di wilayah pusat kota, bagian tengah kota, serta perbatasan kota. Riset ini menggunakan pendekatan rasionalistik. Data diambil dari observasi lapangan, wawancara dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pertanian perkotaan di wilayah yang diteliti. Penelitian ini mendapatkan beberapa temuan penting. Pertama, pertanian perkotaan telah dipraktekkan di Cirebon secara luas baik dari segi jenis, skala, maupun lokasi. Kedua, secara umum, lingkungan kota tersebut sangat kondusif untuk mempraktekkan pertanian perkotaan baik di pusat kota, bagian tengah kota, maupun pinggiran kota. Ketiga, pertanian perkotaan telah mampu membantu warga kota baik sebagai sumber nafkah utama maupun sampingan. Keempat, pertanian perkotaan telah membuka lapangan kerja bagi banyak orang, namun demikian tingkat manfaat ekonominya bagi para petani berbeda-beda. Kelima, meskipun terdapat banyak motif yang melatarbelakangi praktek pertanian kota sebagian besar orang memandang pertanian perkotaan sebagai kegiatan sambilan. Keenam, campur-tangan dan dukungan pemerintah masih terbatas dan masa depan pertanian perkotaan di Cirebon masih belum menentu. Penelitian ini merekomendasikan bahwa dukungan pemerintah kota terhadap pertanian perkotaan adalah penting karena kegiatan tersebut dapat membantu mencapai kota yang berkelanjutan.
The increasing population in urban areas brings pressures to the environment, both in term of social, economic, and physical as well. Among such problem is food security issue in urban areas. This research documents the practices of urban farming in Cirebon city and evaluated the differences in terms of locations: Urban farming in the center of the city, in the middle and, in the fringe of the city. The research utilized rationalistic approach. Data were collected from field observation, interviews with stakeholders involved in urban farming in the study area. The research found several important findings. First, urban farming is widely practices in Cirebon both in terms of scale and locations. Second, in general, the environment of the city is very conductive for urban farming practices whether in the center, middle and fringe of the city. Third, urban farming has helped city residents in term of economy whether as main source of income or as secondary source of income. Fourth, urban farming has open job opportunity for many people. However, the degree of economic benefits is varies among urban farmers. Fifth, there are many motives behind the practices of urban farming, but most of them is still perceived urban farming as secondary activities. Sixth, government intervention and support is still limited and therefore the future of urban farming in Cirebon is still uncertain. This research recommends that it is very important for the city government to support urban farming as it could help to achieve sustainable city.
Kata Kunci : Perkembangan Kota,Pertanian Perkotaan, urban farming, vacant land, farmer