Modal sosial masyarakat Nagari dalam pembangunan sarana dan prasarana lingkungan permukiman :: STudi kasus di Jorong Guguak Randah, Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat
DESRITA, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahModal sosial masyarakat nagari dalam membangun sarana dan prasarana lingkungan permukiman di Jorong Guguak Randah, Nagari Guguak Tabek Sarojo merupakan fenomena yang berbeda dengan nagari sekitarnya. Terdapat indikasi bahwa pembangunan sarana dan prasarana di nagari ini lebih baik dibanding nagari sekitarnya. Hal ini menimbulkan dorongan untuk meneliti unsur-unsur yang membentuk modal sosial masyarakat nagari serta peran modal sosial tersebut dalam pembangunan infrastruktur di nagari tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode berpikir induktif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologi. Peneliti mengumpulkan data dengan metode wawancara mendalam dan observasi lapangan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi dan analisis data dilakukan dengan kategorisasi untuk mendapatkan konsep. Hasil Penelitian dilapangan menunjukkan bahwa modal sosial dari masyarakat nagari atau Masyarakat Minang yang sangat menonjol dalam konteks lokal dan sangat mengakar bersumber kepada kepercayaan terhadap adat (tradisi) dan agama. Hal ini ditunjukkan dengan pepatah lokal : Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah yang mendasari seluruh kehidupan masyarakat. Unsurunsur seperti jaringan kerjasama masyarakat nagari, kepercayaan sosial masyarakat nagari, norma-norma masyarakat nagari, kepemimpinan dari Tigo Tali Sapilin, Tigo Tungku Sajarangan yaitu Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cerdik Pandai serta keterlibatan masyarakat kampung dan rantau, membentuk modal sosial masyarakat nagari dalam pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan permukimannya. Kepercayaan dan kebiasaan masyarakat di nagari ini tidak terlepas pengaruh pada tingkatan Adat nan diadatkan yaitu peraturan setempat yang telah diambil dengan kata mufakat ataupun kebiasaan yang sudah berlaku umum dalam suatu nagari. Contohnya adalah kebiasaan menyumbang dalam bentuk beberapa gram emas yang rutin dilakukan masyarakat rantau dan kampung untuk pembangunan mesjid dan TPA di Nagari Guguak Tabek Sarojo. Agar bangunan modal sosial masyarakat nagari dalam membangun sarana dan prasarana lingkungan permukiman dapat tetap utuh, maka masyarakat dan pemerintah setempat hendaknya tetap menjaga dan memelihara setiap komponen dan jaringan yang mengikatnya. Setiap proses pembangunan harus mengutamakan potensi lokal seperti lebih mendayagunakan peranan lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang didalamnya beranggotakan Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai dan Bundo Kanduang dalam pembangunan nagari.
This study explores the relationship between social capital and the level of infrastructure development in the village of Jorong Guguak Randah, Nagari Guguak Tabek Sarojo. This study used inductive method based on the phenomenology research paradigm. In this study, data and information were gathered through interviewed and field observation. The study found that social capital in Minang Society is deeply rooted in the social tradition and religion. A term “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabbulah†is commonly shared among Minang People to express their respect to tradition and religion (Islam). Several elements of social tradition form the existence of social capital include; (1) networks; (2) social trust; (3) traditional norms ; (4) tigo tungku sajarangan leadership; and (5) linkage with local people live outside village. Such social capital significantly enable the community to provide better physical infrastructure for the community. This research recommends that it is important for the community to further maintain and strengthen this social capital as it help the community to provide better living environment for them-selves. Further, it is very important for the government to consider such social capital for any government program directed to the community.
Kata Kunci : Sarana dan Prasarana Permukiman,Modal Sosial Masyarakat, social capital, custom and religion, nagari society