Pengaruh terminal terhadap timbulnya kegiatan pelayanan dan perubahan guna lahan :: STudi kasus di daerah Istimewa Yogyakarta
SETIARINI, Anna Yustina Ade Endang, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahTujuan dari penelitian ini adalah; 1) Memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kegiatan pelayanan yang timbul dan perubahan guna lahan yang terjadi dengan adanya terminal di pinggiran kota . 2) Mengetahui faktor-faktor yang diduga menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat kemampuan terminal dalammempengaruhi timbulnya kegiatan pelayanan dan terjadinya perubahan guna lahan. Penelitian ini dilakukan di tiga terminal kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu; 1) Terminal Jombor terletak di Kabupaten Sleman, 2) TerminalWates terletak di Kabupaten Kulon Progo, 3) Terminal Palbapang terletak di Kabupaten Bantul.Variabel utama yang diteliti meliputi kegiatan pelayanan, perubahan guna lahan, karakteristik terminal, karakteristik penumpang, aksesibilitas terminal terhadap angkutan penumpang umum dan investasi publik. Data kegiatan pelayanan di ambil melalui wawancara terhadap pemilik kegiatan pelayanan secara sensus. Data perubahan guna lahan dikumpulkan melalui data sekunder. Data karakteristik penumpang dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap penumpang dengan pengambilan sampel secara acak. Data aksesibilitas dan investasi publik dikumpulkan melalui wawancara dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Kegiatan pelayanan yang timbul dan perubahan guna lahan yang terjadi pada kasus Terminal Jombormenunjukkan tingkatan yang paling cepat, Terminal Wates pada tingkatan kedua sedang pada kasus Terminal Palbapang menunjukkan tingkatan yang paling lambat. 2) Faktor karakteristik terminal, karakteristik penumpang , aksesibilitas dan investasi publik diduga merupakan faktor yangmempengaruhi perbedaan tingkat kemampuan terminal dalammemicu timbulnya kegiatan pelayanan dan terjadinya perubahan guna lahan. 3) Terdapat faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh yaitu keberadaan kegiatan lain selain terminal dan kecenderungan arah perkembangan kota. 4) Pola perkembangan ruang yang terjadi dengan adanya terminal ditunjukkan oleh adanya efek primer berupa timbulnya kegiatan pelayanan agen perjalanan dengan persebaran pada sisi dalam dan sisi luar terminal. Di samping itu juga ditunjukkan oleh adanya efek sekunder berupa kegiatan pelayanan selain agen perjalanan dengan persebaran yang dominan di dalam kompleks terminal dan di sepanjang kedua sisi jalan sekitar terminal dengan jenis kegiatan pelayanan yang menonjol adalah warung makan, kios makanan ringan, toko kelontong, bengkel, kios rokok/koran/majalah, tempat penitipan sepeda/sepeda motor dan wartel.
The research aims at; 1) understanding the existence of service activities and land use conversion that are triggered by bus station in the periphery of city and 2) understanding the factors that presumably caused bus station capability in influence the existence service activities and land use conversion. The research was carried out in three city bus station in Yogyakarta Special Region, those are; 1) Jombor Bus Station in Sleman Regency, 2)Wates Bus Station in Kulon Progo Regency, 3) Palbapang Bus Station inBantul Regency. Themain variables in the research are service activities, land use conversion, characteristic of the bus station, characteristic of the passenger, the bus station accessibility to public transport and the existence of public investment. Service activity data was collected from interview with the owner of the service activities through census. Land use conversion data was collected through secondary data. Characteristic of bus station data was collected from secondary data. Data of passenger characteristic was collected from interview with passenger through random sample. Accessibility data and public investment was collected from interview with key informant. The finding of the research shows that; 1) the fastest growth of service activities and land use conversion occurs in Jombor Bus Station, followed byWates Bus Station and Palbapang Bus Station in the third. 2) Characteristic of bus station, characteristic of passenger, bus station accessibility to public transport and public investment variability seem to be the factors which influence the different bus station capability in triggering the existence of service activities and land use conversion. 3) The existence of other non bus station activities and growth orientation of the city is likely to be additional factors in influencing such phenomena. 4) Spatial growth in surrounding bus station is shown by the existence at traveling agent in the nearbybus station complex as primer effect and existence of service activities as secondary effect. The service activities lay along bus station complex and the main nearby road with food shop, snack shop, small shop, service station, paper andmagazine shop, parking place, and telecommunication shop as dominant services.
Kata Kunci : Terminal,Perubahan Guna Lahan, Land Use Change