PENGARUH ALIRAN BALIK CAIRAN DARI VENT SCRUBBER BT 1821 TERHADAP KINERJA OFF GAS HEAT EXCHANGER BE 1811 (Studi Kasus di PT. AMOCO MITSUI INDONESIA)
Danu Riyan Primastyo, Ir. Purnomo, MSMC., Ph.D
2011 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINHeat exchanger merupakan salah satu alat penting yang digunakan pada industri petrokimia untuk memindahkan kalor dari satu fluida ke fluida lain. Off gas heat exchanger BE 1811 yang berada pada PT. Amoco Mitsui Indonesia digunakan untuk memindahkan kalor dari CATOX effluent gas yang mengalir dalam sisi tube ke HPA vent gas yang mengalir dalam sisi shell. Heat Exchanger tersebut memiliki permasalahan kebocoran pada tube sampai dengan 51 % dari total tube sebanyak 1923 buah sehingga mengakibatkan penurunan flow rate dan fluktuasi temperatur pada fluida serta meningkatkan biaya operasional dan perawatan perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya aliran balik cairan dari vent scrubber BT 1821 yang mengandung Hbr (Bromine Acid) dan Hac (Acetic Acid) yang sangat korosif. Aliran balik cairan ini disebabkan oleh konstruksi desain pipa penghubung antara off gas heat exchanger BE 1811 dengan vent scrubber BT 1821 yang kurang baik sehingga pipa penghubung harus dimodifikasi dengan penambahan seal leg pada desain. Proses analisis kinerja off gas heat exchanger BE 1811 dilakukan dengan menggunakan metode Kern dengan variabel perubahan flow rate dan temperatur fluida dari 1 Agustus 2010 hingga 19 Oktober 2010. Sedangkan pada pipa penghubung, dilakukan analisis komparasi kerugian energi aliran pada pipa penghubung tanpa adanya seal leg dengan nominal size pipa sebesar 20 inci dan pipa penghubung yang ditambahkan seal leg dengan nominal size pipa sebesar 20 inci dan 24 inci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat kondisi tube bocor, heat transfer rate dan efektifitas off gas heat exchanger BE 1811 mengalami penurunan yang cukup signifikan dari kondisi idealnya sehingga perusahaan mengalami kerugian biaya akibat heat loss sebesar 1646,13 $/hari selama masa 3 bulan kebocoran tube. Sedangkan pada analisis komparasi pipa penghubung, harga kerugian energi pada aliran yang paling kecil diperoleh pada pipa penghubung yang ditambahkan seal leg dengan nominal size pipa sebesar 24 inci sehingga perusahaan dapat menghemat biaya (safety cost) sebesar 5, 84 $/hari.
Kata Kunci : heat exchanger, vent scrubber, aliran balcairan, kebocoran tube, metode Kern, heat transfer rate, efektifitas, seal leg.