Hubungan Asupan Natrium dengan Hipertensi pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Kardiologi RSUP DR. Sardjito Yogyakarta
Annisa Furkaniaty, dr. Budi Yuli S, SpPD (K), SpJP (K), FIHA
2009 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang : Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko PJK. Hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor seperti asupan natrium yang tinggi, merokok, alkohol, obesitas, keturunan, dislipidemia dan kurangnya aktivitas. Pada penelitian Sumaerih didapat sebanyak 73,8% penderita hipertensi memiliki asupan natrium yang tinggi. Selain itu pada penelitian Sugiani didapat bahwa asupan natrium tinggi berpengaruh terhadap kejadian Infark Miokard Akut. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan asupan natrium dengan Hipertensi pada pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Kardiologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian case control dengan perbandingan 1:1. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Kardiologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan sampel penelitian pasien Penyakit Jantung Koroner yang Hipertensi dan Normotensi yang berumur > 40 tahun, bisa berkomunikasi dengan baik, tidak menderita Gagal Ginjal, DM dan CHF. Data yang diteliti meliputi asupan natrium, karakteristik responden dan status Hipertens:. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square dan uji Regresi Logistik. Hasil Penelitian : Didapatkan 36% kelompok kasus memiliki asupan natrium lebih dan 40% kelompok kontrol memiliki asupan natrium cukup. Hasil uji statistik didapatkan terdapat hubungan signifikan antara asupan natrium dengan Hipertensi pada pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Kardiologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (p: 0.001; OR: 10.2; 95% CI: 2.7 38.2). Hasil uji Regresi Logistik didapatkan bahwa obesitas berpengaruh terhadap hubungan antara asupan natrium dengan kejadian Hipertensi pada pasien Penyakit Jantung Koroner. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara asupan natrium dengan Hipertensi pada pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Kardiologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Background : Coronary Heart Disease (CHD) is a disparity caused by smallness artery that blood flows to heart. Hypertension is one of CHD risk Factors. Hypertension caused by many factors like high sodium intake, smoking, alcohol, obesity, genetic, dyslipidemia and less physics activities. Sumaerih research showed 73,8% the people with hypertention has high sodium intake. Another that, sugiani research showed high sodium intake has take effect for Acute Miocard Infark incident. Objective : To identify relation between sodium intake and hypertension of CHD patient in Cardiology polyclinic RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Method : The study was an observational-analytical with case control design. The location in Polyclinic Cardiology RSUP Dr. SardjitoYogyakarta. Samples were CHD patient with hypertension and normotension for age > 40 years, have good communication, have not CKD (Chronic Kidney Disease), DM and Congestive Health Failure (CHF). Data were taken sodium intake, respondent characteristics and hypertention stages. Statistic test used Chi-square and Logistic Regression. Result : This study showed 36% case group has more sodium intake and 40% of control group has enough sodium intake. Statistic test result showed there was significant relation between sodium intake and hypertention of patient CHD (p:0.001; OR:10.2; 95% CI: 2.7-38.2). Logistic Regression result showed that obesity has to take effect for relation between sodium intake and hypertention incident of CHD patient. Conclusion : There was significant relation between sodium intake and hypertention of CHD patient in Cardiology Polyclinic RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Kata Kunci : Asupan Natrium, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner