Laporkan Masalah

PENGGUNAAN SLANG JAKSEL SEBAGAI CERMINAN STRATIFIKASI SOSIAL

Novita Indriani, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, M.A.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Slang Jaksel merupakan fenomena kebahasaan yang berkembang dari lingkungan pendidikan internasional di Jakarta Selatan, yang ditandai dengan paparan bahasa Inggris dan interaksi lintas budaya. Kondisi ini membentuk kebiasaan berbahasa yang fleksibel dan mendorong terjadinya campur kode dalam komunikasi sehari-hari.

Seiring perkembangan media sosial, penggunaan slang Jaksel meluas, terutama di kalangan generasi muda dalam ruang digital seperti kolom komentar TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik slang Jaksel, mengkaji fungsi penggunaannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang memengaruhi kemunculannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan data berupa 165 komentar TikTok yang dikumpulkan melalui teknik observasi. Analisis dilakukan secara sosiolinguistik untuk mengidentifikasi pola campur kode, penggunaan slang, fungsi bahasa, serta adanya aspek sosiokultural yang melatarbelakangi penggunaannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode bahasa Indonesia–Inggris dan penggunaan slang merupakan karakteristik utama slang Jaksel. Penggunaan tersebut berfungsi untuk menyampaikan gagasan secara lebih natural, membangun kedekatan sosial, serta menunjukkan identitas kelompok. Dari aspek sosiokultural, fenomena ini mencerminkan latar belakang penutur yang terpapar pendidikan bilingual, lingkungan urban modern, serta interaksi dalam komunitas digital. 

Jaksel slang is a linguistic phenomenon that has emerged from the international educational environment in South Jakarta, characterized by sustained exposure to English and frequent cross-cultural interactions. This context fosters flexible language practices and promotes the use of code-mixing in everyday communication.

With the rapid growth of social media, the use of Jaksel slang has expanded significantly, particularly among younger generations in digital spaces such as TikTok comment sections. This study aims to describe the linguistic characteristics of Jaksel slang, examine its communicative functions, and identify the social factors influencing its emergence. The research adopts both qualitative and quantitative approaches, with data consisting of 165 TikTok comments collected through observation. The data are analyzed using a sociolinguistic framework to identify patterns of code-mixing, slang usage, language functions, and the underlying sociocultural aspects.

The findings indicate that Indonesian–English code-mixing and slang usage constitute the primary characteristics of Jaksel slang. These features function to convey ideas more naturally, foster social closeness, and express group identity. From a sociocultural perspective, this phenomenon reflects speakers’ backgrounds shaped by bilingual education, modern urban environments, and interactions within digital communities.

Kata Kunci : Kata Kunci: Slang Jaksel, Campur Kode, Sosiolinguistik, Stratifikasi Sosial.

  1. S2-2026-502277-abstract.pdf  
  2. S2-2026-502277-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-502277-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-502277-title.pdf