Laporkan Masalah

THE DIRECTNESS OF REQUEST FOUND USED BY THE CHARACTERS IN THE SERIES QUEEN CHARLOTTE: A BRIDGERTON STORY SEASON 1 BY SHONDA RHIMES

Maria Aniesta Due Dolol, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A

2026 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan strategi permintaan yang digunakan oleh para karakter utama dalam serial Queen Charlotte: A Bridgerton Story Musim 1 serta mengkaji bagaimana strategi-strategi tersebut mencerminkan status sosial dan hubungan interpersonal para karakter. Data diklasifikasikan berdasarkan kerangka kerja strategi permintaan yang diusulkan oleh Blum-Kulka dan Olshtain (1984). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa total 102 ujaran permintaan teridentifikasi dalam serial tersebut. Mood Derivable merupakan strategi permintaan yang paling sering digunakan dengan 47 kemunculan (46,08%), diikuti oleh Reference to Preparatory Condition dengan 17 kemunculan (16,67%), Language Specific Suggestory Formulae dengan 14 kemunculan (13,73%), Want Statement dengan 9 kemunculan (8,82%), Strong Hints dengan 8 kemunculan (7,84%), Mild Hints dengan 2 kemunculan (1,96%), Explicit Performatives dan Obligation Statements masing-masing sebanyak 2 kemunculan (1,96%), sementara Hedged Performatives merupakan strategi yang paling sedikit digunakan dengan 1 kemunculan (0,98%). Selanjutnya, ujaran permintaan tersebut dianalisis berdasarkan klasifikasi strategi kesantunan dari Brown dan Levinson (1987), yang mengidentifikasi total 102 strategi kesantunan. Temuan menunjukkan bahwa Bald on-record adalah strategi kesantunan yang paling sering digunakan dengan 49 kemunculan (48,04%), diikuti oleh Negative Politeness dengan 34 kemunculan (33,33%) dan Positive Politeness dengan 13 kemunculan (12,75%), sedangkan Off-record adalah strategi yang paling sedikit digunakan dengan 6 kemunculan (5,88%). Temuan-temuan ini mengindikasikan bahwa para karakter cenderung menggunakan Mood Derivable karena strategi tersebut memungkinkan mereka menyampaikan permintaan secara langsung dan jelas. Demikian pula, mereka kerap menggunakan Bald on-record untuk menyampaikan permintaan secara tersurat, khususnya dalam situasi yang melibatkan otoritas, urgensi, dan hubungan sosial yang hierarkis. Sementara itu, Positive Politeness, Negative Politeness, dan Off-record digunakan untuk menjaga hubungan interpersonal, mengekspresikan rasa hormat kepada mitra tutur, serta meminimalkan beban (imposition) dari permintaan berdasarkan status sosial dan konteks situasional para karakter.




This research aimed to identify and classify the request found used by the main characters in Queen Charlotte: A Bridgerton Story Season 1 and to examine how these strategies reflected the characters’ social status and interpersonal relationships. The data were classified according to the request strategy framework proposed by Blum-Kulka and Olshtain (1984). The findings revealed that a total of 102 request utterances were identified in the series. Mood Derivable was the most frequently used request strategy with 47 occurrences (46.08%), followed by Reference to Preparatory Condition with 17 occurrences (16.67%), Language Specific Suggestory Formulae with 14 occurrences (13.73%), Want Statement with 9 occurrences (8.82%), Strong Hints with 8 occurrences (7.84%), Mild Hints with 2 occurrences (1.96%), Explicit Performatives and Obligation Statements with 2 occurrences each (1.96%), while Hedged Performatives was the least frequently used strategy with 1 occurrence (0.98%). Subsequently, the request utterances were analyzed based on Brown and Levinson’s (1987) classification of politeness strategies, which identified a total of 102 politeness strategies. The findings showed that Bald on-record was the most frequently used politeness strategy with 49 occurrences (48.04%), followed by Negative Politeness with 34 occurrences (33.33%) and Positive Politeness with 13 occurrences (12.75%), while Off-record was the least frequently used strategy with 6 occurrences (5.88%). These findings suggested that the characters tended to employ Mood Derivable because it enabled them to express their requests directly and clearly. Likewise, they frequently employed Bald on-record to convey requests explicitly, particularly in situations involving authority, urgency, and hierarchical social relationships. Meanwhile, Positive Politeness, Negative Politeness, and Off-record were employed to maintain interpersonal relationships, express respect toward the hearer, and minimize the imposition of requests according to the characters’ social status and situational context.



Kata Kunci : Kata kunci: Queen Charlotte: A Bridgerton Story musim 1, Relasi Kekuasaan, Strategi Kesantunan, Strategi Permintaan, Status Sosial/Keywords: Politeness Strategies, Power Relations, Queen Charlotte: A Bridgerton Story Season 1, Request Strategies, Social S

  1. S1-2026-440219-abstract.pdf  
  2. S1-2026-440219-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-440219-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-440219-title.pdf