Laporkan Masalah

Proyek Air Bersih di Tiga Gesa Kabupaten Malinau :: Studi perubahan perilaku penggunaan air

MUNED, Kristian, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Air merupakan kebutuhan vital mahluk hidup yang sangat vital dan harus selalu ada demi kelangsungan hidupnya. Dalam rangka peningkatan kualitas air bersih dan pemerataan pembangunan, pemerintah Kabupaten Malinau pada tahun 2001 menganggarkan proyek penyediaan air bersih di kecamatan Malinau Selatan ( Desa Tanjung Nanga , Desa Long Adiu ) dan Malinau Utara ( Desa Respen ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan perilaku masyarakat terhadap penggunaan air sebelum dan sesudah proyek air bersih serta mendokumentasikan pengaruh proyek air bersih terhadap perilaku masyarakat. Penelitian menggunakan metode deduktif kualitatif, dengan pendekatan rasionalistik. Hasil penelitian menunjukan terjadinya perubahan persepsi dan perilaku penggunaan air kearah yang positif terutama desa Tanjung Nanga dan Long Adiu, sedangkan desa Respen terdapat kecenderungan penilaian negatip terhadap sarana air bersih ( proyek air bersih ). Perilaku penggunaan air oleh masyarakat dilokasi penelitian rata-rata melebihi persyaratan yang ada, kondisi ini dikarenakan air bagi mereka merupakan barang yang berlimpah disungai dan merasa tidak memiliki kewajiban mengeluarkan biaya untuk memperolehnya. Proyek air bersih ini memfasilitasi perubahan nilai-nilai yang terkandung didalamnya antara lain, perubahan makna air dari barang umum (public goods ) ke air sebagai barang individu ( private goods) serta makna air sebagai benda fungsional ( mandi,cuci dan masak ) semata yang dipisahkan dari air sebagai benda ekologis yang terkait erat dengan sungai, makna air disungai sebagai ruang mandi untuk bermain dan mandi untuk kesehatan. Sebelum perencanaan teknis dan pelaksanaan fisik dimulai, hendaknya diadakan suatu studi perencanaan umum untuk mengkaji dan menganalisa faktor kebiasaan serta melibatkan masyarakat secara aktif agar proyek yang dilaksanakan didesa bisa diterima dan berkelanjutan (sustainability ).

Water is a vital basic need for survival. To improve the quality of clean water and equal distribution of development, the government of Malinau regency allocated its 2001 budget for clean water supply project in South Malinau sub-district (Tanjung Nanga and Long Adiu villages) and North Malinau sub-district (Respen village). The research aims to show the change of perception and behaviour in water use before and after the project, and to document the impacts of the project on people’s behaviour. It applies a deductive qualitative method combining a rationalistic approach. The research results show a positive change in water use perception and behaviour, especially in Tanjung Nanga and Long Adiu villages. On the contrary, a negative change in the perspective toward clean water facilities (project) is identified in Respen village. Water use behaviour by the people in the research area is, in average, higher than the existing requirements. This condition results from the fact that water is abundant resource and they do not have to spend anything for it. The behaviour in utilizing clean water facility (project) gives contribution to the changes of value it contains, such as the change of meaning of water as public goods, as private goods, as bathing space in river as well as for play and bath for health. Before the technical planning and physical implementation begin, there should be a study of general planning to find out and analyse the factor of habit and to involve the society in a more active way in order that the project to be implemented in villages is acceptable and sustainable.

Kata Kunci : Proyek Air Bersih,Perilaku Pengguna Air


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.