Penanganan Kasus Perempuan Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual di Polres Padang Pariaman dan Kota Pariaman
SOFI AYU ANGGRAINI, Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL. M. (HR)., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hukum
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika penanganan kasus perempuan penyandang disabilitas korban kekerasan seksual di Polres Padang Pariaman dan Kota Pariaman serta merumuskan penguatan penanganan kasus perempuan penyandang, disabilitas korban kekerasan seksual pada masa mendatang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mengintegrasikan penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris. Penelitian dilaksanakan di Polres Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, wawancara, dan observasi lapangan. Wawancara dilakukan dengan 2 (dua) penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polres Padang Pariaman, 1 (satu) penyidik Unit PPA Polres Kota Pariaman, 1 (satu) perangkat desa, 3 (tiga) keluarga korban, 1 (satu) P1t. Kepala UPTD PPA Padang Pariaman, dan 1 (satu) Asisten Koordinator Divisi Pemantauan Komnas Perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan perkara masih menghadapi hambatan pemeriksaan akibat keterbatasan kognitif dan komunikasi korban, praktik penyelesaian perkara melalui mekanisme adat, serta keterbatasan kapasitas kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan penanganan kasus yaitu penyusunan mekanisme pemeriksaan yang berperspektif disabilitas, penguatan penegakan hukum terhadap penyelesaian kasus kekerasan seksual pada proses peradilan, serta penguatan koordinasi antara kepolisian dan UPTD PPA untuk menjamin pemenuhan hak korban dan mewujudkan perlindungan hukum yang lebih efektif dan inklusif.
This research aims to examine the problems in handling cases involving women with disabilities who are victims of sexual violence at the Padang Pariaman and Pariaman City Police Resorts (Polres), and to formulate strategies for strengthening the handling of such cases in the future.
The study employs a mixed approach, integrating normative and empirical legal research methods. Fieldwork was conducted at the Padang Pariaman and Pariaman City District Police stations. Data were collected through literature reviews, interviews, and field observations. Interviews were conducted with two investigators form the Women and Children Protection Unit (Unit PPA) of the Padang Pariaman District Police, one investigator form the Unit PPA of the Pariaman City District Police, one villafe official, three family members of victims, the Acting Head of the Padang Pariaman Regional Technical Implementation Unit for Women and Children Proctection (UPTD PPA), and Assistant Coordinator of the Monitoring Division at the National Commision on Violence Against Women (Komnas Perempuan).
The findings indicate that case handling still faces obstacles during the examination process due to the victims' cognitive and communication limitations, the pratice of resolving cases through customary mechanisms, and institutional capacity constraints. The study recommends strengthening case handling by the development of a disability-inclusive examination mechanism, reinforcing law enforcement regarding the judicial resolution of sexual violence cases, and enhancing coordination between the police and the UPTD PPA to ensure the fulfillment of victims' rights and to achieve more effetive and inclusive legal proctection.
Kata Kunci : Women with Disabilities, Sexual Violence, Reasonable Accomodation, Sexual Violence Crimes Law, Intersectionaliy