Program Pengembangan Kecamatan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat :: Kasus di Desa Ranah Mande Rubiah Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan
RAFDINAL, Dr.Ir. Bondan Hermani Slamet, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahTujuan penelitian ini adalah Menggambarkan proses kegiatan pemberdayaan masyarakat pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK) di Desa Ranah Mande Rubiah Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) secara sistematis dirancang untuk menggunakan pendekatan perencanaan partisipatif. Perencanaan partisipatif itu dimulai dari tingkat dusun sampai ke tingkat kecamatan. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) telah memberikan kewenangan yang luas kepada masyarakat dalam membuat aturan yang bisa diterima oleh penduduk setempat seperti pembuatan sanksi-sanksi yang akan diterapkan jika nantinya terjadi pelanggaran sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar dirasakan dan dimiliki oleh segenap unsur masyarakat. Kenyataannya, pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK) tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Hal ini dapat dicontohkan pada terjadinya keterlambatan waktu penyelesaian kegiatan fisik dan macetnya pengembalian angsuran modal kegiatan usaha ekonomi produktif bagi kelompok yang telah menerima, sehingga mengganggu pada perguliran selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanatori dan analisis datanya dilakukan secara induktif. Unit analisa penelitian ini adalah proses alur kegiatan pemberdayaan masyarakat pada Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dalam merencanakan, mengimplementasikan, pengawasan dan pemeliharaan kegiatan dari tingkat dusun, desa dan kecamatan pada tahun kegiatan 2000-2002. Hasil penelitian menemukan bahwa pada proses perencanaan kegiatan pembangunan jembatan gantung dan kegiatan UEP, jika dibandingkan antara aturan program dengan temuan di lapangan dinyatakan bahwa seluruh proses alur perencanaan telah dilaksanakan semuanya. Pada pelaksanaan program pembangunan jembatan gantung setiap proses alur program sudah dilaksanakan secara keseluruhan sesuai dengan prinsip program. Sedangkan pada pelaksanaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), dinyatakan hanya sebagian besar proses alur yang dilaksanakan. Untuk kegiatan pemantauan pembangunan jembatan dikategorikan sebagian besar proses alur normatif program sudah dilaksanakan. Sedangkan untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dinyatakan bahwa hanya sebagian kecil alur program yang telah dilaksanakan. Pada kegiatan pelestarian jembatan gantung, ditemukan bahwa proses alur dan prinsip program sudah seluruhnya dilaksanakan oleh masyarakat Desa Ranah Mande Rubiah. Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok usaha di Desa Ranah Mande Rubiah ditemukan hanya sebagian kecil proses pelestarian yang dilaksanakan.
This research aims to describe the process of community empowerment activities on Kecamatan Development Program (KDP) in Ranah Mande Village, Sutera Subdistrict in Pesisir Selatan Regency. It uses qualitative method with explanatory approach and data are analyzed inductively. Research of analysis unit is community empowerment activities process on KDP in activities of planning, implementing, supervising, and maintaining at subvillage (dusun), village and subdistrict level in 2000-2002. Kecamatan Development Program (KDP) in essence is designed systematically to employ participatory planning approach. This approach is applied at subvillage, village and subdistrict levels. Kecamatan Development Program (KDP) gives power to communities by placing funds and decisionmaking process directly in the hands of the villagers. This includes creating sanction accepted by them in order to keep the development activities on its track. In fact, the implementation of community empowerment doesn’t work as desired and planned, e.g. the overdue of finishing physical development, the repayment stagnation of productive economic activities, which in turn has intruded revolving schedule. Research reveals that: (1) in planning phase; all of the process and procedures of construction of hanging bridge and productive economic activities has been done by the local community; (2) in implementation phase; every process of construction of bridge has been done as programmed. Whereas in productive economic activities, only major part of program has been done; (3) in supervision phase; most of the normative process of construction of hanging bridge has been done, while in productive economic activities only small part of the program has been done; and (4) in maintaining phase; all part of the process of construction of bridge has been done. On the contrary, only small part of productive economic activities could be done.
Kata Kunci : Program Pengembangan Kecamatan,Pemberdayaan Masyarakat, District Development Program, Community Empowerment