Laporkan Masalah

Asimetri Konfigurasi Morfosintaksis Verba dalam Klausa pada Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia: untuk SMA/SMK/MA Kelas XII

Tita Febryta, Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini membahas asimetri konfigurasi morfosintaksis verba dalam klausa pada buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa relasi aktif-pasif dalam bahasa Indonesia tidak selalu sepadan karena bentuk morfemis verba tidak selalu sejajar dengan konfigurasi sintaktis dan semantisnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe gejala asimetri, mendeskripsikan bentuk morfemis dan konfigurasi sintaktis verba, serta menjelaskan konfigurasi semantis yang menyebabkan relasi aktif-pasif tidak sepenuhnya sepadan.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa klausa verbal yang memperlihatkan gejala asimetri dalam buku tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan seleksi data. Analisis dilakukan dengan teori verba, transitivitas, pseudo-intransitivitas, diatesis, afiksasi verba, dan relasi partisipan bahasa Indonesia dari Sneddon dkk. serta konsep asimetri Di Sciullo.

Hasil penelitian menemukan 44 data inti yang memenuhi kriteria sebagai klausa verbal bergejala asimetri dalam korpus penelitian. Data tersebut terbagi ke dalam lima tipe, yaitu pseudo-intransitif, diatesis di- dan ter-, pasif tanpa agen eksplisit, kausatif abstrak, dan asimetri semantis. Asimetri muncul karena ketidaklengkapan partisipan, pergeseran diatesis, dan ketidaksepadanan antara objek sintaktis dan peran semantis yang direalisasikannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa verba asimetris bukan kategori leksikal tetap, melainkan gejala yang ditentukan oleh konfigurasi klausa aktual dalam korpus penelitian.

This study examines the asymmetry in the morphosyntactic configuration of verbs in clauses in the textbook Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII. The study is motivated by the fact that active-passive relations in Indonesian are not always symmetrical, since the morphological form of a verb does not always correspond directly to its syntactic and semantic configurations. This research aims to identify the types of asymmetry, describe the morphological forms and syntactic configurations of verbs, and explain the semantic configurations that cause active-passive relations in clauses to be partially non-equivalent.

This study employs a descriptive qualitative method. The data consist of verbal clauses that show morphosyntactic asymmetry in the textbook. The data were collected through reading, note-taking, and data selection techniques. The analysis applies Sneddon et al.’s concepts of Indonesian verbs, transitivity, pseudo-intransitivity, diathesis, verbal affixation, and participant relations, together with Di Sciullo’s concept of asymmetry.

The findings show 44 core data that meet the criteria as verbal clauses showing asymmetry in the research corpus. The data are classified into five types: pseudo-intransitives, di- and ter- diathesis, passive constructions without explicit agents, abstract causatives, and semantic asymmetry. Asymmetry arises from participant incompleteness, diathesis shift, and the non-equivalence between syntactic objects and the semantic roles they realize. The study concludes that asymmetric verbs are not fixed lexical categories, but phenomena determined by actual clause configurations in the research corpus.

Kata Kunci : asimetri, verba, morfosintaksis, klausa, aktif-pasif

  1. S2-2026-546315-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546315-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546315-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546315-title.pdf