Pengaruh Skeptisisme dan Pengetahuan Kelingkunganan pada Niat Pembelian Kosmetik Hijau melalui Kepercayaan Klaim Hijau
Chatarina Maharsitami Wisnuwati, Dr. Sari Winahjoe Siswomihardjo, M.B.A.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Perkembangan industri kosmetik
hijau di Indonesia semakin meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran
konsumen pada isu lingkungan. Perusahaan kosmetik mulai menggunakan iklan hijau
untuk menyampaikan klaim ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan alami,
kemasan daur ulang, bebas uji coba pada hewan, maupun sertifikasi hijau. Namun,
tidak semua klaim hijau diterima secara positif oleh konsumen. Munculnya
praktik greenwashing membuat sebagian konsumen menjadi skeptis dan
meragukan kebenaran pesan yang disampaikan dalam iklan hijau. Di sisi lain,
pengetahuan kelingkunganan dapat membantu konsumen menilai kredibilitas klaim
hijau serta membentuk kepercayaan pada produk kosmetik hijau. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh skeptisisme iklan hijau dan pengetahuan
kelingkunganan pada niat pembelian kosmetik hijau melalui kepercayaan klaim
hijau.
Penelitian ini menggunakan metode
survei untuk mengumpulkan data dengan kuesioner menggunakan Google Form.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode non-probability sampling dengan
pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 210
responden yang terdiri dari Generasi Z dan Milenial di Indonesia. Analisis data
dilakukan menggunakan metode SEM-PLS dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme iklan hijau berpengaruh negatif
pada kepercayaan klaim hijau, tetapi tidak berpengaruh langsung pada niat
pembelian kosmetik hijau. Pengetahuan kelingkunganan berpengaruh positif pada
kepercayaan klaim hijau dan niat beli kosmetik hijau. Selain itu, kepercayaan
klaim hijau berpengaruh positif pada niat pembelian kosmetik hijau serta memediasi
hubungan antara pengetahuan kelingkunganan dan niat pembelian kosmetik hijau.
The development of the green
cosmetics industry in Indonesia has continued to increase along with the
growing consumer awareness of environmental issues. Cosmetic companies have
begun to use green advertising to communicate environmentally friendly claims,
such as the use of natural ingredients, recyclable packaging, cruelty-free
practices, and green certifications. However, not all green claims are
positively received by consumers. The emergence of greenwashing practices has
made some consumers skeptical and doubtful about the truthfulness of the
messages conveyed in green advertising. On the other hand, environmental
knowledge can help consumers assess the credibility of green claims and build
trust in green cosmetic products. This study aims to examine the effect of
green advertising skepticism and environmental knowledge on green cosmetics
purchase intention through trust in green claims.
This study employed a survey
method to collect data through a questionnaire distributed using Google Forms.
The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive
sampling approach. The sample in this study consisted of 210 respondents from
Generation Z and Millennials in Indonesia. Data were analyzed using the SEM-PLS
method with the assistance of SmartPLS 4.0 software. The results show that
green advertising skepticism has a negative effect on trust in green claims but
does not directly affect green cosmetics purchase intention. Environmental
knowledge has a positive effect on trust in green claims and green cosmetics
purchase intention. In addition, trust in green claims has a positive effect on
green cosmetics purchase intention and mediates the relationship between
environmental knowledge and green cosmetics purchase intention.
Kata Kunci : skeptisisme iklan hijau, pengetahuan kelingkunganan, kepercayaan klaim hijau, dan niat beli kosmetik hijau.