Laporkan Masalah

Konsep integrasi basis data digital untuk mendukung perencanaan tata ruang wilayah Kota Yogyakarta

HARI, Rony Primanto, Prof.Ir. A. Djunaedi, MUP.,Ph.D

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini merupakan kajian dalam membuat model konseptual integrasi basis data digital untuk mendukung perencanaan tata ruang kota. Masalah yang dikaji adalah bagaimana mengintegrasikan data dan informasi yang tersedia dalam berbagai bentuk ditinjau dari segi format, sumber data, metode pengumpulan serta tingkat ketelitiannya menjadi sebuah bank data dan informasi yang terintegrasi untuk membantu perencana kota dalam menyusun rencana tata ruang. Untuk menyusun konsep trsebut dilakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penelitian antara lain berupa : 1) studi pustaka untuk mendapatkan informasi sekunder tentang basis data yang dibutuhkan untuk perencanaan tata ruang kota serta perkembangan model-model integrasi basis data untuk penataan ruang kota, 2) pengumpulan data dan informasi dengan metode quesioner dan wawancara langsung untuk mengetahui kondisi dan potensi data yang ada, 3) Diskusi terfokus (Focus Group Discussion) dengan instansi terkait untuk mengkaji tingkat ketrsediaan data yang ada dan tingkat kualitas data digital dan konsep integrasi basis data gdigital guna mendukung perencanaan tata ruang kota di Yogyakarta. Dari hasil survey menunjukkan bahwa data dan informasi yang tersedia di Kota Yogyakarta cukup banyak dan format datanya beragam. Untuk menyusun basis data yang bisa digunakan untuk mendukung perencanaan tata ruang kota dilakukan kajian kualitas data guna memilih data dan informasi yang bisa dimanfaatkan. Konsep ini masih perlu dikaji lagi untuk dibandingkan dengan tingkat kebutuhan datanya baik dari segi kualitas, tingkat kerincian maupun cara penyajiannya. Konsep integrasi dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan Sistem Informasi Geografis dengan pertimbangan bahwa sistem yang trintegrasi, karena data dalam bentuk peta maupun tabel banyak digunakan dalam berbagai proses analisis perencanaan tata ruang kota. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk bisa saling berintegrasi, data harus disusun dalam suatu landasan yang sama. Integrasi data spasial dilakukan dengan menggunakan satu acuan peta dasar yang sama, sedangkan untuk integrasi data tabuler dilakukan dengan menggunakan satu data kunci (geocode) yang baku untuk bisa dikaitkan dengan data spasialnya. Di masa mendatang, konsep ini bisa digunakan sebagai dasar penyusunan sistem informasi perkotaan.

The objective of this research was study on how to make a conceptual model for data base integration to support city spatial planning. The problems to be studied was how to integrate available data and information in different shape in case of format, data source, methode and accuracy to build an integration data bank to support city spatial planning. To make that concept, some action has been done e.g : 1) Textbook study to gather information about data base which is needed for city spatial planning and the development of data base integration models for city spatial planning , 2) collecting data and information by interviewing and stake holders in city spatial planning to know the potential of available data and information, 3) Focus Group Discussion with stake holders in Yogyakarta to inverstigate data quality, and availability data and information and concept of data base integration that they needed to support city spatial panning in Yogyakarta. Survey results showed that the number of available data and information was a lot. To build a data base, data quality tested must be done to choose which information can be used to support city spatial planning. This concept must be tested again to compare with data needed in case of data quality and data accuracy. Geographic Information System was used to build this integration concept because the ability of Geographic Information System to integrate data and information in many format. To be integrated, data and information must be build in one base. One base map must be used to integrate spatial data and unique code (geocode)linked with spatial data was used to integrate tabular data. This concept must be tested in another city to get the nearest concept that can be used to support city spatial planning.

Kata Kunci : Perencanaan Tata Ruang Wilayah,Data dan Informasi,Basis Data, Spatial Planning, Data and Information, Database


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.