Analisis Kualitas DNA pada Organ Hati yang Ditenggelamkan di Air Sungai untuk Identifikasi Forensik
Adhy Permana, Dr. Yudha Nurhantari, PhD, SpF.; dr. Lipur Riyantiningtyas, SpF
2007 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERIdentifikasi terkadang mengalami beberapa hambatan, misalnya korban membusuk, tenggelam ataupun terpotong-potong. Korban terkadang ditemukan dalam waktu yang lama setelah meninggal, atau Juga dalam keadaan yang tidak ideal, seperti tenggelam di dalam air. Salah satu keadaan yang mempersulit identifikasi adalah jenazah yang tenggelam, sehingga jenazah dapat mengalami pembusukan. Pada korban dengan keadaan membusuk, identifikasi dengan menggunakan DNA dapat menjadi metode yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembusukan terhadap DNA organ hati. Dalam penelitian ini akan dilihat pengaruh tenggelam terhadap kualitas dan kuantitas DNA. Kualitas dan kuantitas DNA diuji dengan spektrofotometer elektroforesis, dan amplifikasi DNA. Metode: penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Sampel hati yang didapatkan kemudian dibagi menjadi menjadi 4 sampel. Satu sampel langsung diekstraksi dan sampel lain ditenggelamkan dalam air sungai selama 1,2, dan 3 hari kemudian diekstraksi. Setelah sampel diekstraksi, kadar DNA dihitung dengan menggunakan spektrofotometer. Elektroforesis dilakukan pada sampel sebelum dan sesudah PCR, elektroforesis sebelum PCR bertujuan untuk melihat degradasi DNA, sedangkan elektroforesis setelah PCR bertujuan untuk melihat pengaruh pembusukan pada amplifikasi DNA. Hasil: Hasil spektrofotometer menunjukkan adanya penurunan konsentrasi DNA sejalan dengan lamanya penenggelaman. Konsentrasi DNA mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari saat DNA tidak ditenggelamkan. Pada elektroforesis pre-PCR, terlihat adanya smear penurunan ketebalan hasil elektroforesis yang progresif sejalan dengan lamanya waktu penenggelaman. Hasil analisis elektroforesis post-PCR menunjukkan adanya pita, yang berarti DNA masih dapat diamplifikasi. Kesimpulan: Penenggelaman sampel akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas DNA.
Kata Kunci : Kualitas DNA, Hati, penenggelaman, lokus CSF1 PO.