Relationship Between Healthy Lifestyle and Physical Quality of Life Among Older Adult
Andhika Bagaskara, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD., K-Ger., S.E., M.M.; Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, M.P.H., Ph.D.
2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang: Gaya hidup sehat merupakan aspek paling penting dalam kehidupan yang mendukung aktivitas sehari-hari secara optimal. Kesehatan, dalam konteks ini, dapat diartikan sebagai kondisi fisik, mental, dan sosial yang bebas dari penyakit sehingga aktivitas di dalamnya dapat berjalan secara optimal. Dalam pembahasan mengenai hidup dan gaya hidup sehat, terdapat penekanan pada kualitas hidup. Isu kualitas hidup ini sangat penting di Indonesia, terutama karena BPS menemukan bahwa populasi lansia di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya dan diproyeksikan akan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Situasi ini dapat memicu timbulnya angka kesakitan (morbiditas) bagi lansia jika tidak ditangani dengan baik, karena hal tersebut juga dapat memperburuk kualitas hidup lansia. Hidup sehat seharusnya menjadi norma yang diikuti oleh setiap orang, namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang belum menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara gaya hidup dengan kualitas hidup lansia dari aspek fisik di Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Kabupaten Sleman tahun 2017–2018. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta status merokok sebagai variabel independen, dan kualitas hidup sebagai variabel dependen.
Hasil: Mayoritas lansia yang tinggal di Kabupaten Sleman telah melakukan aktivitas fisik yang cukup, dan banyak yang melaporkan tidak merokok dalam sebulan terakhir. Namun, tidak semua lansia mengonsumsi cukup buah dan sayur. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup lansia di Kabupaten Sleman secara keseluruhan tergolong cukup baik, dengan 68,6?ri populasi lansia memiliki kualitas hidup yang baik. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas hidup (p-value: 0,016). Namun, hasil analisis tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status merokok (p-value: 0,104) atau konsumsi buah dan sayur (p-value: 0,402) dengan kualitas hidup lansia di Kabupaten Sleman.
Kesimpulan: Aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kualitas hidup lansia. Sementara itu, secara statistik, status merokok serta konsumsi buah dan sayur tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup lansia.
Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, kualitas hidup, lansia
Background: A healthy lifestyle is the most important aspect of life and supports optimal daily activities. Health, in this context, can be interpreted as physical, mental and social conditions free of illnesses so that activities in them can happen optimally. In talking about healthy life and lifestyle, there is an emphasis on quality of life. The matter of quality of life is very important in Indonesia, especially as BPS found that the elderly population in Indonesia rose from the previous year and is projected to continue to grow over the years. This situation can lead to morbidity for the elderly if not handled well, since it may also worsen the quality of life in the elderly A healthy life should be the norm that everybody follows, but in reality, many people still have not implemented a healthy lifestyle in their everyday lives.
Objective: This study aims to explain the relationship between the lifestyle and the physical aspect of quality of life of the elderly in Sleman Regency.
Method: This study used quantitative approach utilizing secondary data from the Health and Demographic Surveillance System (HDSS) of Sleman Regency from 2017-2018. Data analysis conducted using SPSS software with physical activities, fruit and vegetable consumption, smoking status as independent variable, and the quality of life as dependent variable
Results: Majority of older adults living in Sleman Regency have engaged in sufficient physical activity, and many reported as not smoking in the month prior. However, not all older adults consumed sufficient fruits and vegetables. This study shows that the overall quality of life among older adults in Sleman Regency is generally quite good, with 68.6% of the elderly population having a good quality of life. The study demonstrated a significant association between physical activity and quality of life (p-value: 0.016). However, the analysis revealed no significant associations between smoking status (p-value: 0.104) or fruit and vegetable consumption (p-value: 0.402) and the quality of life of older adults in Sleman Regency.
Conclusion: Physical activity has statistically significant relation with the quality of life among older adults. Meanwhile, statistically, smoking status and fruit and vegetable consumption were not significantly associated with quality of life among older adults
Keywords: Healthy Lifestyle, quality of life, older adults
Kata Kunci : Healthy Lifestyle, quality of life, older adults