Peran dan pengaruh sungai terhadap perkembangan struktur ruang Kota Buntok
CAHYONO, Kusnardi Noor, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui peran dan pengaruh sungai terhadap perkembangan struktur ruang kota Buntok, terutama karena adanya peningkatan aktivitas manusia pada kawasan tepi sungai; 2) melihat proses pembentukan kota, pola dan arah perkembangan fisik serta struktur ruang kota Buntok yang mulai bergeser dari orientasi sungai ke orientasi darat. Penelitian ini bersifat explanatory reseach dengan metode pembahasan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat dan tokoh yang mengetahui tentang perkembangan serta sejarah kota Buntok. Sedang data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah seperti Bappeda Kab.Barito Selatan, DPU Kab. Barito Selatan dan BPS Kab.Barito Selatan. Cara penelitian adalah dengan melihat perkembangan fisik dan struktur ruang kota Buntok yang dibagi dalan tiga periode (dibawah tahun 1970, 1970 -1990 dan 1990 - 2004) dan dikaitkan dengan keberadaan sungai. Sehingga dapat dilihat apakah terdapat peran dan pengaruh dari sungai terhadap perkembangan struktur ruang kota dalam tiga periode waktu itu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran dan pengaruh sungai sangat terlihat yaitu dibawah tahun 1970, hal tersebut terjadi karena sungai merupakan jalur utama (transportasi sungai) bagi masyarakat kota Buntok. Struktur kota yang terbentuk adalah pusat-pusat kegiatan seperti perkantoran, perdagangan (pasar), kesehatan (rumah sakit) dan permukiman yang berorientasi ke sungai. Pada periode 1970 -1990 peran dan pengaruh sungai terhadap perkembangan struktur ruang kota Buntok mulai berkurang. Hal tersebut ditandai dengan pemindahan pusat pemerintahan (kantor Bupati) ke arah timur kota dan munculnya jalan-jalan utama kota yang menghubungkan pusat kota dengan permukiman. Sedangkan periode 1990 – 2004 peran dan pengaruh sungai terhadap perkembangan struktur ruang kota Buntok sudah sangat kurang. Hal tersebut ditunjukkan dengan mulai adanya jalan darat yang menghubungkan kota Buntok dengan kota-kota disekitarnya seperti Ampah dan Tamiang Layang. Selain itu banyaknya bangunan-bangunan pemerintah, permukiman dan pendidikan yang dibangun cenderung menjauhi sungai dan terkonsentrasi disekitar jalur utama kota. Adanya kecenderungan pemanfaatan ruang pada kawasan tepi sungai menjadi kawasan rekreasi, olah raga dan rumah makan yang berorientasi menghadap ke sungai.
The research aims at 1) studying river’s role and influence on Buntok City spatial structural development, particularly because of an increase in people’s activities in riverside area, 2) observing the process of city formation, physical development pattern, and spatial structure of Buntok city, which is shifting from river orientation to land orientation. The research is an explanatory one, applying a discussion method of qualitative-descriptive analysis. Primary data are obtained from field survey and interview with society members and figures knowing about Buntok city development and history. Secondary data are obtained from the government institutions such as Bappeda, DPU, and BPS of Barito Selatan regency. The research is conducted by observing the physical and spatial structural development of Buntok city during three different time periods (before 1970, 1970-1990, and 1990-2004) in relation with the river existence. The research is expected to be able to see whether the river plays certain roles in, or gives influences to spatial structural development in each period. The research results show that the role and influence of river are obvious in the period before 1970 due to its function as the major transportation route for Buntok society. The city structures formed in this period are centers of activity such as offices, trading (market), health (hospital), and housing with river orientation. During the 1970-1990 period, the role and influence of river in Buntok city spatial structural development decreased. It is marked by a relocation of the governmental offices (Regent’s office) to the eastern part of the city, and the construction of main roads connecting the city center and housing. Meanwhile, during the 1990-2004 period, the role and influence decreased very much. It is marked by the existence of the road connecting Buntok city and other neighboring cities such as Ampah and Tamiang Layang. In addition, a big number of buildings for government activities, housing, and education are built away from the river and are concentrated around the main road. Another indication is a trend to use the land in the river side area for recreation, sport, and restaurant complex with an orientation toward the river
Kata Kunci : Struktur Tata Ruang Kota, Sungai