Laporkan Masalah

Pendugaan Serapan dan Emisi Karbon Dioksida pada Ruang Terbuka Hijau Balekambang di Kota Surakarta

Talitha Nasywa Athaya, Ir. Budi Mulyana, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPM.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO?) akibat aktivitas antropogenik menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim global. Ruang  Terbuka Hijau (RTH) berperan sebagai penyerap karbon melalui vegetasi yang  mampu menyimpan karbon dalam biomassa dan menyerap CO? dari atmosfer. Taman Balekambang sebagai salah satu RTH publik di Kota Surakarta belum  memiliki informasi kuantitatif mengenai potensi serapan karbon, serapan karbon  dioksida,  dan kontribusinya dalam mengimbangi emisi CO?. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi biomassa, simpanan karbon, dan serapan karbon  dioksida pada vegetasi, menghitung besaran emisi karbon dioksida dari berbagai  aktivitas di kawasan, serta menganalisis kontribusi RTH Taman Balekambang dalam menyerap emisi karbon dioksida.  

Pengumpulan data menggunakan metode sensus terhadap seluruh pohon di  kawasan Taman Balekambang. Pendugaan biomassa dilakukan menggunakan  persamaan alometrik melalui metode non-destructive. Estimasi emisi CO? dari 
penggunaan LPG, kendaraan bermotor, dan listrik dihitung menggunakan pendekatan data aktivitas dan faktor emisi nasional.  Kontribusi RTH dianalisis  berdasarkan selisih antara total emisi dan laju serapan karbon dioksida tahunan.   

Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH Taman Balekambang memiliki  965 individu pohon yang terdiri atas 55 spesies dengan potensi biomassa sebesar  900,890 ton, simpanan karbon sebesar 423,418 ton C, dan serapan karbon dioksida 
sebesar 1.553,945 ton CO?. Samanea saman merupakan spesies dengan biomassa,  simpanan karbon, dan serapan CO? tertinggi. Total potensi laju serapan karbon  dioksida tahunan vegetasi sebesar 36,139 ton CO?/tahun. Total emisi karbon 
dioksida mencapai 66,474 ton CO?/tahun dan didominasi oleh penggunaan listrik. Taman Balekambang mampu menyerap 54,37% emisi tersebut, sedangkan sisa  emisi yang belum terserap sebesar 30,334 ton CO?/tahun atau 45,63%.  

The increasing concentration of atmospheric carbon dioxide (CO?) driven by anthropogenic activities constitutes a primary catalyst for global climate change. Green Open Spaces (GOS) function as vital carbon sinks, utilizing vegetation to sequester atmospheric CO? and store carbon within plant biomass.  Despite its significance as a GOS in Surakarta City, quantitative data regarding  the carbon sequestration potential, CO? sequestration capacity, and the  overarching contribution of Balekambang Park in offsetting local emissions remain undocumented. This study aims to estimate the vegetative biomass, carbon storage,  and CO? sequestration potentials, quantify the magnitude of CO? emissions  generated by various anthropogenic activities within the park, and evaluate the net  contribution of the Balekambang Park in mitigating these emissions.  

Data collection was conducted using a census method covering all trees  within the Balekambang Park area. Biomass was estimated non-destructively using  allometric equations. Estimates of CO? emissions stemming from LPG utilization,  
motor vehicle traffic, and electricity consumption were calculated using activity data and national emission factors. The net ecological contribution of the GOS was  subsequently analyzed by determining the disparity between total  anthropogenic  emissions and the annual vegetative CO? sequestration rate.  

The results indicate that Balekambang Park GOS contains 965 individual trees comprising 55 species, with a biomass potential of 900,890 tons, carbon stock  of 423,418 tons C, and carbon dioxide absorption of 1,553.945 tons CO?. Samanea 
saman exhibited the highest values across the biomass, carbon storage, and CO? sequestration metrics. The total potential annual CO? sequestration rate of the  vegetation was quantified at 36,134 tons CO?/year. Total carbon dioxide  missions  amount to 66,474 tons CO?/year, dominated by electricity consumption.  Balekambang Park is capable of sequestering 54,37% of these emmisions, while  the remaining unsequestered emmisons amount to 30,334 tons CO?/year, or 
45,63%. 

Kata Kunci : biomassa, emisi CO?, serapan karbon, Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota; : biomass, CO? emissions, carbon sequestration, city park, green open spaces

  1. S1-2026-505958-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505958-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505958-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505958-title.pdf