Laporkan Masalah

Program pembaharuan kebijakan pengelolaan irigasi :: Studi kasus evaluasi pelaksanaan jasa pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan P3A di Kabupaten Kulonprogo

KISMORO, Dr.Ir. Bondan Hermanislamet, M.Sc

2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 1999 Tentang Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI), yang merupakan era baru dalam pengelolaan irigasi memuat lima kebijakan dasar, yaitu; (1)Redefinisi tugas dan tanggung jawab lembaga pengelola irigasi; (2) Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A); (3) Penyerahan Kewenangan Pengelolaan Irigasi pada P3A; (4) Pengaturan kembali pembiayaan pengelolaan irigasi; (5) Keberlanjutan sistem irigasi. Dalam implementasinya program ini dituangkan dalam bentuk kegiatan jasa pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan P3A dengan menempatkan 13(tigabelas) tenaga pendampingan di tiap-tiap Gabungan P3A. Yang bertugas mendampingi dan memfasilitasi petani P3A dalam rangka Pemberdayaan, agar menjadi petani yang mandiri dan mampu mengelola jaringan irigasi diwilayah kerjanya, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani khususnya anggota P3A. Sedangkan dampak langsung dari keberhasilan program jasa pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan P3A adalah: (1) Meningkatnya pengetahuan pengurus P3A dalam pengelolaan irigasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi, (2) Berfungsinya jaringan irigasi di wilayah kerjanya, (3) Meningkatnya pendapatan petani P3A. Untuk mengetahui apakah program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2000 sampai tahun 2004 berhasil atau tidak, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat keberhasilan implementasi program, dengan menggunakan evaluasi gabungan sumatif dan formatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder, data primer dari hasil kuesioner dan wawancara semi struktur serta data-data lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Teknik analisis yang dipakai adalah metode deskriptip kualitatif . Setelah itu dilakukan pembahasan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi program. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data menunjukan adanya peningkatan pendapatan bagi petani P3A yang menjadi sampel penelitian, yang merupakan indikator dari keberhasilan implementasi program jasa pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan P3A di Kabupaten Kulonprogo. Hal ini dipengaruhi oleh faktor sumberdaya yang cukup memadai, adanya faktor komunikasi yang cukup baik dan sikap pelaksana yang cukup mendukung, sehingga kegiatan jasa pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan P3A di Kabupaten Kulonprogo ”cukup berhasil”

The Presidential Instruction No. 3/1999 on the Improvement of Irrigation Management Policy (PKPI), which is a new era in irrigation management, contains five basic policies, namely: 1) redefinition of the duty and responsibility of the Irrigation Management Institution, 2) empowerment of Water-Using Farmers Association (P3A), 3) delegation of authority for irrigation management, 4) redesigning of irrigation management funding, 5) sustainability of irrigation system. For its implementation, the program is manifested into two activities: assistantship and facilitation services for P3A empowerment, by placing 13 personnel for assisting farmers in each Group of Water-using Farmers Association (GP3A). The personnel carry out their duties to assist and facilitate farmers who join in P3A to enable P3A empowerment. The goal of such an empowerment program is to help farmers become independent and able to manage irrigation networks in their working areas, which in turns improves the members’ welfare. The direct impacts from the success of this program are: 1) improved knowledge of the P3A board of management in irrigation management and network maintenance, 2) irrigation networks with good function, 3) income increase for the farmers. The research is conducted to identify whether or not the program implemented in 2000-2004 succeeded, by using a combination of summative and formative evaluations. The samples are taken using a proportional random sampling method. Data consist of both primary and secondary ones. Primary data are obtained from questionnaire and semi-structured interview, and other relevant sources. It applies a descriptive, qualitative analysis. A discussion follows to identify the factors that affect the success of the program implementation. The analysis and discussion results show an increase of farmers’ (P3A members’) income, an indicator for the success of the program implementation in Kulonprogo regency. This is influenced by the factor of adequate resources that enable the activities of assistantship and facilitation for P3A empowerment in Kulonprogo regency to succeed quite well.

Kata Kunci : Kebijakan Pengelolaan Irigasi,Pemberdayaan P3A dan Pendampingan, PKPI program, Evaluation, Assistantship service


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.