Pengaruh Subtitusi Limbah Pertanian Terhadap Kualitas Fisik, Fermentasi, dan Kimia Pakan Komplit Fermentasi Berbasis rumput Pakchong
Muhammad Rafi Elfajri, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi berbagai jenis limbah pertanian pada kualitas fisik, kimia, dan karakteristik fermentasi pakan komplit fermentasi berbasis rumput pakchong. Pakan komplit fermentasi tanpa substitusi sebagai kontrol (P0) diformulasikan berdasarkan bahan kering (BK) yang tersusun atas rumput pakchong 80%, konsentrat 20%, molases, dan saus burger pakan (SBP) sebagai bakteri starter. Pakan komplit fermentasi dengan perlakuan subtitusi yaitu rumput pakchong 70%, konsentrat 20%, dan limbah pertanian 10%, masing-masing jerami padi (P1), tumpi jagung (P2), pucuk tebu (P3), dan bagase tebu (P4). Tiap perlakuan diproduksi menjadi empat ulangan dan difermentasikan selama 21 hari. Dilakukan pengujian secara fisik, kimia, dan karakteristik fermentasi. Data pengujian fisik dianalisis secara deskriptif, sedangkan data pengujian kimia dan karakteristik fermentasi dianalisis dengan metode one way ANOVA dengan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Secara umum, kualitas fisik (warna, aroma, tekstur, kontaminasi) dari setiap perlakuan substitusi tidak terdapat perbedaan. Perlakuan P1 dan P2 memiliki kadar BK yang lebih rendah dibanding P0 (P<0>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, bagase tebu menjadi bahan substitusi terbaik untuk pakan komplit fermentasi berbasis pakchong karena memberikan protein kasar tertinggi, pH yang rendah, dan asam laktat yang tinggi.
This study aimed to evaluate the effects of substituting various agricultural by-products on the physical and chemical quality and fermentation characteristics of Pakchong grass-based fermented complete feed. The control diet (P0) consisted of 80% Pakchong grass and 20% concentrate on a dry matter (DM) basis, supplemented with molasses and Saus Burger Pakan (SBP) as a bacterial starter. The substitution diets consisted of 70% Pakchong grass, 20% concentrate, and 10% rice straw (P1), corn husk (P2), sugarcane tops (P3), or sugarcane bagasse (P4). Each treatment had four replicates and was fermented for 21 days. Physical quality data were analyzed descriptively, whereas chemical composition and fermentation characteristics were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test. Physical quality, including color, aroma, texture, and contamination, was generally similar among treatments. Treatments P1 and P2 had lower DM contents than P0 (P<0>0.05). In conclusion, sugarcane bagasse was the most suitable substitute because it resulted in the highest crude protein content, a low pH, and a high lactic acid concentration.
Kata Kunci : Karakteristik fermentasi, Kualitas kimia, Limbah pertanian, Pakan komplit fermentasi, Rumput Pakchong