Kaian layanan perkotaan di wilayah perluasan Ibukota Kabupaten Ende
SABEWEO, Theresia Maria Da Renya, Ir. Leksono Probo SUbanu, MURP.,Ph.D
2005 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPerkembangan kota akan terus berlanjut seiring dengan pertambahan penduduk dan perubahan sosial ekonomi kota tersebut. Pertumbuhan dan perkembangan kota ditandai dengan semakin bertambahnya kebutuhan akan ruang yang diperlukan untuk menampung pembangunan berbagai kegiatan kota. Permasalahan yang timbul kemudian adalah semakin sulitnya mencari lahan untuk menampung kebutuhan pembangunan kota tersebut. Salah satu pemecahan permasalahan pertumbuhan dan perkembangan kota adalah dengan perluasan wilayah kota. Dalam mengatasi permasalahan di wilayah perkotaan ibukota kabupaten di masa mendatang, maka Pemerintah Kabupaten Ende memperluas wilayah perkotaannya. Selain bermanfaat menambah ruang untuk berbagai pembangunan fisik kota, disisi lain perluasan wilayah perkotaan justru menimbulkan tambahan beban, seperti bertambahnya tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan fasilitas pelayanan masyarakat akibat semakin luasnya wilayah yang harus dijangkau. Oleh karena itu berkaitan dengan beban yang timbul akibat perluasan wilayah perkotaan, maka penelitian ini ingin mengetahui apakah kebijakan perluasan wilayah perkotaan tersebut memilki nilai fungsional atau tidak. Penelitian dilakukan dengan metode berpikir deduktif dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan paradigma rasionalistik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kuesioner dan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi dan analisis data dilakukan melalui dua tahap yaitu pertama, mengidentifikasi bentuk persepsi masyarakat terhadap layanan perkotaan di Kota Ende Perluasan pada kondisi sebelum dan setelah adanya kebijakan perluasan wilayah perkotaan dan kedua, mendeskripsikan persepsi masyarakat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai fungsional dari kebijakan perluasan wilayah perkotaan ibukota Kabupaten Ende yang diukur berdasarkan persepsi responden terhadap layanan perkotaan di Kota Ende Perluasan. Sebagian besar responden memberikan persepsi positif terhadap layanan air bersih, transportasi, listrik, telepon, pendidikan dan kesehatan serta terjadi peningkatan persepsi positif setelah adanya kebijakan perluasan wilayah perkotaan. Nampaknya Pemerintah Kabupaten Ende menunjukkan keseriusan dalam perluasan wilayah perkotaan. Kebijakan perluasan wilayah perkotaan ibukota Kabupaten Ende diharapkan dapat memenuhi fungsi internal ialah tuntutan kebutuhan ruang bagi pemenuhan masyarakat Kota Ende akan Wisma, Karya, Marga, Suka dan Penyempurna, sebagai kehidupan dan penghidupan masyarakat kota dalam mencapai suasana aman, tertib, lancar dan sehat.
City developing will continue in line with its population growth and social economic change. The growth and development of a city is marked by an increasing need for spaces to accommodate development of different urban activities. The problem arising from such a situation is the difficulties to get spaces for accommodating the development. One of the solutions for the problem pertaining to city growth and development is urban area expansion. To solve the problem in its capital city in the future, the government of Ende regency expands the territory of its capital city. Apart from adding the space for urban physical development, the expansion also adds more burdens such as more responsibility of the government to provide facilities for public services in order to be easily and equally accessed by all citizens. In relation with additional burden as a result of territorial expansion, this research aims at investigating whether or not the regional government policy for urban area expansion has functional values. The research applies deductive analysis and both qualitative and quantitative approach by using rationalistic paradigm. Data are collected through questionnaire and interview methods. Examination for data validity uses triangulation technique, while data analysis uses two steps analysis, namely: first, identifying forms of people’s perception toward urban service in Expanded Ende City in the condition before and after the policy for capital city expansion; and second, describing those perceptions. The research results show that there is a functional value from the policy of capital city expansion in Ende regency, which is measured based on the respondents’ perceptions toward urban services in the Expanded Capital city of Ende. Most respondents have positive perceptions toward services of clean water, transportation, electricity, telephone, education, and health. There is an increase of positive perception after the policy for urban area expansion. It shows that the Government of Ende regency demonstrates seriousness in the policy for urban area expansion. This policy is expected to be able to fulfil the internal function, that is, demand for spaces for Wisma (Housing), Karya (Job), Suka (entertainment), and Penyempurna (Improvement) to achieve a better, safer, more orderly, and healthier life.
Kata Kunci : Perencanaan Kota,Perluasan Wilayah,Layanan Perkotaan, Urban Services, Urban Area Expansion, Perception