NILAI TRACK QUALITY INDEX SEBAGAI DASAR PENENTUAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN REL RESOR 6.4 YOGYAKARTA
Tiara Putri Maharani, Ir. Nursyamsu Hidayat, S.T., M.T., Ph.D.
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Kondisi jalan rel yang baik menjadi
faktor penentu keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. Track
Quality Index (TQI) digunakan sebagai indikator kualitas geometri lintasan
berdasarkan parameter listringan, angkatan, pertinggian, dan lebar sepur.
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai TQI pada jalur kereta api Resor 6.4
Yogyakarta secara umum, berdasarkan tipe jalan rel, serta mengidentifikasi
penyebab kerusakan geometri lintasan sebagai dasar penentuan prioritas
pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif yang didukung data kualitatif. Data TQI diperoleh dari hasil
pengukuran Kereta Ukur EM-120 pada Februari 2026, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui
wawancara semi terstruktur dengan praktisi Resor 6.4 Yogyakarta yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan model interaktif
Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi segmen
berkategori I dan II bertambah, sedangkan kategori III dan IV berkurang pada
kedua periode pengukuran, kecuali pada arah hilir untuk kategori II dan IV.
Nilai rata-rata TQI tertinggi terdapat pada wesel (26,03), diikuti jalan
perlintasan sebidang (17,67), lengkung (16,75), dan lurusan (15,68), sedangkan
bangunan hikmat memiliki nilai terendah (10,72). Kerusakan geometri paling
dominan terjadi pada wesel, jalan perlintasan sebidang, dan lengkung di
emplasemen Yogyakarta, yang disebabkan oleh kondisi mud pumping dan
tingginya frekuensi lalu lintas kereta api.
Good railway track
condition is a key factor determining the safety and comfort of train travel.
The Track Quality Index (TQI) is used as an indicator of track geometry quality
based on the parameters of alignment, longitudinal level, cant, and gauge. This
study aims to analyze the TQI values of the railway line at Resor 6.4
Yogyakarta in general, by track device type, and to identify the causes of
track geometry damage as a basis for determining maintenance priorities. The
method used is descriptive with a quantitative approach supported by
qualitative data. TQI data were obtained from measurements recorded by the
EM-120 track recording car in February 2026, while qualitative data were
obtained through semi-structured interviews with practitioners at Resor 6.4
Yogyakarta selected using purposive sampling and analyzed using the interactive
model of Miles and Huberman (1994). The results show that the proportion of
segments in categories I and II increased, while categories III and IV
decreased across both measurement periods, except for categories II and IV on
the downstream direction. The highest average TQI value was found on turnouts
(26.03), followed by level crossings (17.67), curves (16.75), and tangent track
(15.68), while special structures (bangunan hikmat) recorded the lowest value
(10.72). The most dominant geometry damage occurred on turnouts, level
crossings, and curves within the Yogyakarta station yard, caused by mud pumping
conditions and high train traffic frequency.
Kata Kunci : Track Quality Index, jalan rel, prioritas pemeliharaan, Resor 6.4 Yogyakarta, wawancara