Laporkan Masalah

Analisis kualitas Kupedes dan pendapatan Bank BRI Unit di Kabupaten Enrekang

SUPARI, Dr.Ir. Irham, MSc

2005 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Lapangan usaha di sektor pertanian merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Enrekang. Hal tersebut sejalan dengan kondisi wilayah Kabupaten Enrekang yang seluruhnya digolongkan pedesaan. Dikaitkan dengan segmentasi pasar bagi perbankan, pedesaan identik dengan komunitas pelaku usaha Mikro. Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mempunyai keinginan untuk mewujudkan sebagai bank terbaik dan terbesar dalam usaha Mikro, maka potensi wilayah Kabupaten Enrekang sangat menjanjikan bagi penyaluran kredit Mikro atau Kupedes BRI melalui jaringan kerja BRI Unit yang tersebar sampai tingkat Kecamatan. Komposisi kredit mikro atau Kupedes BRI Unit di Kabupaten Enrekang memang telah menunjukkan persentase terbesar pada sektor pertanian, namun dibandingkan dengan potensi penyaluran Kupedes di wilayah Kabupaten Enrekang masih sangat kecil yaitu hanya sebesar 23%. Disamping itu pertumbuhan Kupedes sektor pertanian dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan menurun. Penyaluran Kupedes sektor pertanian yang belum maksimal dan kecenderungan pertumbuhan yang semakin menurun disebabkan indikator kualitas Kupedes (portofolio status) yang buruk dibandingkan Kupedes yang disalurkan pada sektor ekonomi lainnya, sehingga para pejabat kredit di BRI Unit sangat hati-hati. Kondisi seperti ini tentunya dapat menurunkan profitabilitas BRI Unit mengingat pendapatan BRI Unit 90 % lebih, diperoleh dari bunga atas Kupedes yang disalurkan. Bertolak dari permasalahan diatas, diperlukan penelitian yang dapat mengungkapkan bahwa penyaluran Kupedes sektor pertanian di Kabupaten Enrekang masih memberikan keuntungan yang wajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk, 1) mengetahui kontribusi penyaluran Kupedes sektor pertanian terhadap tingkat kesehatan atau kualitas Kupedes, 2) mengetahui kontribusi penyaluran Kupedes sektor pertanian terhadap pendapatan BRI Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Kupedes sektor pertanian memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas Kupedes secara totalitas pada tingkat signifikansi α = 1 %, dengan koefisien regresi sebesar 0,154 yang berarti setiap keikan PFS Kupedes Sektor Pertanian sebesar 1% akan meningkatkan PFS Kupedes secara totalitas sebesar 0,154 %. 2) Kupedes sektor pertanian memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan BRI unit Kabupaten Enrekang pada tingkat signifikansi α = 1 %, dengan koefisien regresi 0,208 yang berarti setiap kenaikan penyaluran Kupedes sektor pertanian sebesar Rp. 1,- akan meningkatkan pendapatan BRI Unit sebesar Rp. 0,208 per tahun.

Agriculture business as the main support on economic growth in enrekang regency which most part are villages. Related to the market reguments to banking rurals identical with micro business community doer, Bank Rakyat Indonesia has the hopes to geth the best and the bigest bank in micro hesiness, the potency of Enrekang regency has the oppurtunities to offer micro credit or Kupedes BRI by net working unit all are the sub regency. Micro credit compositian / Kupedes BRI in Enrekang regency has showed that the bigest presentage is in agriculture, but compered to the potency of offering is still small only 23 %. Besides of Kupedes growth in agriculture sector from year to year is decrease. The flow of Kupedes in agriculture is not maximum yet and trend show growth due to the bad quality indicator of Kupedes ( portofolio status ) compared to Kupedes on other economic sectors, so that the loan stafs of BRI unit are usy strict and becereful. This condition of course, can decrease the profibility of BRI Unit because the income of BRI Unit i is more then 90 % from the interests. Based on the above problems, needed to analyze to know that micro business on agriculture sector in Enrekang regency still gives the reasonable profit. The goal of analysis are : 1) To know the influence of micro business in agriculture sector to the micro quality. 2) To know the influence of micro business in agriculture sector to BRI Unit. The reserch has shown : 1) Micro business in agriculture gives the real contribute to micro quality as significant degree α = 1 %, with regress coefficient 0,597 which mean each PFS growth of micro business in agriculture is 1 % will increase PFS 0,274. 2) Agriculture micro business has real contribute to the income of BRI Unit in Enrekang regency at significant percentage α = 1 %, with regress coeficient 0,274 which mean each growth of micro business is Rp. 1, will increase the income of BRI Unit Rp. 0,274 per year.

Kata Kunci : Manajemen Perbankan,Kredit Mikro,Kupedes


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.