Perencanaan Kawasan Stasiun MRT Pakulonan Barat dan Timur Berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan Integrasi Konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD)
Afila Barlean Asy-Syahrani, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.
2026 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kawasan Stasiun MRT Pakulonan Barat dan Pakulonan Timur merupakan salah satu yang akan dikembangkan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) dengan tipe sub-city pada proyek MRT Jakarta lintas barat-timur fase 1 tahap 1. Kawasan ini memiliki potensi berupa moda keberagaman moda transportasi umum, dominasi penggunaan lahan komersial, perkantoran, dan pergudangan yang dapat diintegrasikan dalam pengembangan TOD. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai permasalahan, antara lain desain tata ruang yang masih car-oriented, kurang optimalnya pengelolaan air hujan yang berakibat terhambatnya mobilitas karena genangan air, pencemaran lingkungan akibat kurang sistem persampahan yang belum optimal, dan terdapat lahan kosong yang kurang produktif. Berlandaskan permasalahan tersebut, perencanaan ini bertujuan untuk merumuskan rencana pengembangan Kawasan Stasiun MRT Pakulonan Barat dan Timur dengan mengintegrasikan konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan Water Sensitive Urban Design (WSUD). Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi potensi dan permasalahan adalah gap analysis yang mana potensi dan permasalahan akan dibandingkan dengan kriteria ideal untuk mencari aspek yang menjadi permasalahan utama.
Dari hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan konsep besar rencana yang berjudul “Human-Centric and Blue-Green TOD”. Dengan metode AHP sebagai metode untuk merumuskan alternatif rencana, pendekatan transformatif dipilih sebagai pedoman di dalam penataan ruang. Beberapa aspek yang ditingkatkan mencakup : peningkatan kenyamanan dan keamanan pergerakan pesepeda dan pejalan kaki, pemusatan aktivitas sosial dan ekonomi, peningkatan fungsi infrastruktur perkotaan melalui infrastruktur berwawasan lingkungan, serta pengaturan ulang sistem transportasi umum.
The West Pakulonan and East Pakulonan MRT Station Area is one of the areas planned to be developed into a sub-city type Transit Oriented Development (TOD) under the East-West MRT Jakarta project, Phase 1, Stage 1. This area has potential in the form of diverse public transportation modes, as well as a dominance of commercial, office, and warehousing land uses that can be integrated into TOD development. However, this area also faces various problems, including spatial design that remains car-oriented, suboptimal stormwater management resulting in waterlogging that hinders mobility, environmental pollution due to an inadequate waste management system, and the presence of underutilized vacant land. Based on these problems, this planning aims to formulate a development plan for the Pakulonan Barat and Pakulonan Timur MRT Station Area by integrating the concepts of Transit Oriented Development (TOD) and Water Sensitive Urban Design (WSUD). The method used to identify potentials and problems is gap analysis, in which the potentials and problems are compared against ideal criteria to determine the main issues.
From the results of this analysis, an overarching planning concept titled "Human-Centric and Blue-Green TOD" was formulated. Using the Analytical Hierarchy Process (AHP) as the method for formulating planning alternatives, a transformative approach was chosen as the guiding principle for spatial planning. Several aspects to be improved include: enhancing the comfort and safety of cyclist and pedestrian movement, centralizing social and economic activities, improving urban infrastructure functions through environmentally conscious infrastructure, and restructuring the public transportation system
Kata Kunci : Transit Oriented Development (TOD), Water Sensitive Urban Design (WSUD), Stasiun MRT Pakulonan Barat dan Timur