Analisis penawaran sapi potong dan sapi bibit di Propinsi Nusa Tenggara Barat
ARIFIN, Z, Dr.Ir. Irham, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (a) trend perkembangan populasi sapi potong dan sapi bibit dan (b) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran sapi potong dan sapi bibit di propinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 1997–2003. Metode analisis yang digunakan adalah analisis trend pertumbuhan dan analisis regresi berganda dengan model estimasi Ordinary List Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan atau trend perkembangan populasi sapi potong di Propinsi Nusa Tenggara Barat selama kurun waktu tahun 1997–2003 cenderung mengalami penurunan, namun secara kabupaten ada yang mengalami peningkatan, yaitu Kabupaten: Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu. Sedangkan trend perkembangan populasi sapi bibit cenderung mengalami kenaikan, namun juga terdapat kabupaten yang mengalami penurunan, yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kodya Mataram. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat penawaran sapi potong di Propinsi Nusa Tenggara Barat di pengaruhi oleh variabel jumlah populasi sapi potong satu tahun yang lalu, harga sapi potong, harga kerbau potong, harga daging sapi, pendapatan per kapita penduduk dan jumlah populasi sapi jantan. Sedangkan tingkat penawaran ternak sapi bibit dipengaruhi oleh variabel jumlah populasi ternak sapi bibit satu tahun yang lalu, harga sapi bibit betina, harga bibit jantan, pendapatan per kapita penduduk, jumlah populasi anak sapi jantan dan jumlah populasi ternak betina produktif. Analisis yang lain juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat penawaran sapi potong untuk masing-masing kabupaten yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Barat dari yang paling tinggi adalah Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Bima, Kabupaten Dombu, Kabupaten Sumbawa dan Kodya Mataram. Sedangkan untuk penawaran sapi bibit tidak terlihat adanya perbedaan kecuali Kabupaten Sumbawa signifikan terhadap penawaran sapi bibit.
This research is aimed at identifying : a) trend in the development of beef cattle and calf population, b) factors influancing beef cattle and calf supply rate in the province of Nusa Tenggara Barat. The research used secondary data from the year 1997 to 2003. Analysis method applied in this research is the growth trend analysis and double regression analysis with Ordinary List Square (OLS) estimation model. The result of the research shows that the tendency or the trend of population development of beef cattle in the province of Nusa Tenggara Barat in the time interval between 1997 and 2003 was decreased in number, as seen on the regency of Lombok Tengah, Lombok Timur, and the municipal of Mataram. Howover, there was also found that the other regencies such as Lombok Barat, Sumbawa, and Dompu happened to be increasing in number. Furthermore, The result also suggests that the supply rate of beef cattle in the province of Nusa Tenggara Barat influenced by these variables : quantity of beef cattle population, quantity of buffalo population, price of beef cattle, per capita income of the inhabitant, and quantity of male cattle population. While the supply rate of calf was influenced by these variables : quantity of calf population, price of female calf, per capita income of the inhabitant, quantity of male calf population, quantity of productive female cattle population. Other analysis also indicates that there was difference in beef cattle supply rate on each regency in the province of Nusa Tenggara Barat, consecutively from the highest : Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Bima, Dompu, Sumbawa, and Mataram. As for the calf, there was no significant difference on its supply rate for each regency, except for Sumbawa regency.
Kata Kunci : Sapi Potong dan Sapi Bibit,Penawaran,Estimasi OLS, supply, trend, beef cattle, calf