Strategi Penerjemahan Istilah Budaya Bahasa Indonesia ke Bahasa Arab serta Implikasinya terhadap Kesepadanan Tekstual pada Buku Antologi Cerita Anak Indonesia
Sekar Ayu Putri Satya Maharani, Dr. Arief Ma’nawi, S.S., M.Hum.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis istilah budaya dalam buku Antologi Cerita Anak Indonesia, menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan istilah budaya dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab, serta mengkaji implikasi strategi tersebut terhadap kesepadanan tekstual. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kualitatif, kuantitatif sederhana, dan komparatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis data, pendekatan kuantitatif sederhana digunakan untuk menghitung frekuensi dan persentase kemunculan data, sedangkan pendekatan komparatif digunakan untuk membandingkan istilah budaya dalam teks sumber dengan padanannya dalam teks sasaran. Data penelitian berupa istilah budaya dalam buku Antologi Cerita Anak Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa Arab. Analisis dilakukan berdasarkan klasifikasi budaya Ahimsa-Putra (2021), strategi penerjemahan Mona Baker (2011), serta konsep kesepadanan tekstual Baker (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 183 istilah budaya yang terbagi ke dalam sepuluh kategori, yaitu pelestarian sebanyak 52 data (28,42%), kesenian 29 data (15,85%), organisasi 24 data (13,11%), ekonomi 23 data (12,57%), kepercayaan 22 data (12,02%), komunikasi 19 data (10,38%), permainan dan transportasi masing-masing 4 data (2,19%), serta klasifikasi dan kesehatan masing-masing 3 data (1,64%). Temuan ini menunjukkan bahwa istilah budaya dalam buku tersebut didominasi oleh kategori pelestarian yang merepresentasikan kekayaan dan identitas budaya Indonesia. Analisis strategi penerjemahan menemukan 209 penggunaan strategi, yang terdiri atas pinjaman sebanyak 110 data (52,63%), literal 31 data (14,83%), generalisasi 26 data (12,44%), substitusi budaya 13 data (6,22%), parafrasa berhubungan 11 data (5,26%), ilustrasi 10 data (4,78%), penghilangan 7 data (3,35%), dan netralisasi 1 data (0,48%). Dominannya strategi pinjaman menunjukkan bahwa penerjemah lebih cenderung mempertahankan bentuk asli istilah budaya untuk menjaga identitas budaya bahasa sumber. Selanjutnya, analisis implikasi terhadap kesepadanan tekstual menunjukkan bahwa strategi pinjaman, ilustrasi, parafrasa berhubungan, dan literal memiliki implikasi tinggi; strategi generalisasi, substitusi budaya, dan netralisasi memiliki implikasi sedang; sedangkan strategi penghilangan memiliki implikasi rendah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penerjemahan yang mampu mempertahankan makna, istilah budaya, dan informasi budaya cenderung menghasilkan kesepadanan tekstual yang lebih baik serta mendukung keterbacaan dan keberterimaan teks sasaran. Dengan demikian, pemilihan strategi penerjemahan menjadi faktor penting dalam menghasilkan terjemahan yang tetap mempertahankan identitas budaya sekaligus mudah dipahami dan berterima oleh pembaca bahasa sasaran.
This study aims to identify the types of cultural terms found in the book Antologi Cerita Anak Indonesia, analyze the translation strategies employed in translating cultural terms from Indonesian into Arabic, and examine the implications of these strategies for textual equivalence. This study employed a mixed-methods approach combining qualitative, simple quantitative, and comparative methods. The qualitative approach was used to identify and analyze the data, the simple quantitative approach was applied to calculate the frequency and percentage of the data, while the comparative approach was used to compare cultural terms in the source text with their equivalents in the target text. The data consisted of cultural terms found in Antologi Cerita Anak Indonesia and their Arabic translations. The analysis was based on Ahimsa-Putra’s (2021) classification of cultural categories, Baker’s (2011) translation strategies for non-equivalence at the word level, and Baker’s (2018) concept of textual equivalence. The findings reveal a total of 183 cultural terms, classified into ten cultural categories: preservation with 52 data (28.42%), arts with 29 data (15.85%), organization with 24 data (13.11%), economy with 23 data (12.57%), belief with 22 data (12.02%), communication with 19 data (10.38%), games and transportation, each with 4 data (2.19%), and classification and health, each with 3 data (1.64%). These findings indicate that preservation is the most dominant cultural category, reflecting the strong representation of Indonesian cultural identity in the anthology. Furthermore, the analysis identified 209 instances of translation strategies, consisting of loan word (110 data; 52.63%), literal translation (31 data; 14.83%), generalization (26 data; 12.44%), cultural substitution (13 data; 6.22%), paraphrase using a related word (11 data; 5.26%), illustration (10 data; 4.78%), omission (7 data; 3.35%), and neutralization (1 datum; 0.48%). The dominance of the loan word strategy indicates the translator’s tendency to preserve the original forms of Indonesian cultural terms in the Arabic translation. Regarding their implications for textual equivalence, the study found that the loan word, illustration, paraphrase using a related word, and literal translation strategies exhibit a high level of implication; generalization, cultural substitution, and neutralization demonstrate a moderate level of implication; while omission has a low level of implication. The findings of this study indicate that translation strategies capable of preserving meaning, cultural terms, and cultural information tend to produce better textual equivalence while also supporting the readability and acceptability of the target text. Therefore, the selection of appropriate translation strategies plays a crucial role in producing translations that preserve cultural identity while remaining comprehensible and acceptable to target-language readers.
Kata Kunci : istilah budaya, strategi penerjemahan, kesepadanan tekstual, Antologi Cerita Anak Indonesia