Analisis margin pemasaran beras pada Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGK) di Perum Bulog Divre Daerah Istimewa Yogyakarta
TAMBAWANG, M. Ghafur, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2005 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras, keterkaitan antara harga ditingkat petani dengan harga pada tingkat lembaga pemasaran, dan besarnya margin pemasaran, distribusi margin pemasaran dan bagian (share) harga yang diterima petani dan lembaga pemasaran. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, Kecamatan Wates Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan alasan bahwa Perum Bulog Divre DI Yogyakarta mendirikan satu Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 77 dengan rincian 42 petani dan 35 pedagang Metode analisis yang digunakan adalah analisis margin pemasaran dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Unit Pengelolaan Gabah Beras (UPGB) dapat menurunkan margin pemasaran baik ditingkat produsen gabah (petani) maupun ditingkat konsumen (tingkat pedagang pengecer beras). Disamping itu, umumnya margin pemasaran beras pada Divre Daerah Istimewa Yogyakarta dipengaruhi oleh harga beras ditingkat produsen (petani), volume penjualan dan jumlah lembaga pemasaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa margin pemasaran beras paling kecil terjadi jika petani melakukan penjualan langsung kepada UPGB dan lembaga pemasaran yang paling besar margin pemasaran yang terjadi adalah melalui jalur PP.
This research is carried out in order to identify: the marketing institution which is included in the rice marketing, the relation between farmer-level price with marketing institution-level price, and the amount of marketing margin, marketing margin distribution as well as price share that is received by the farmer and the marketing institution. This research was held in Kulon Progo Regency, Wates Subdistrict of Daerah Istimewa Yogyakarta Province, with the reason that Perum Bulog Divre of Dl Yogyakarta established one Hulled Rice Processing Unit (HRPU). The number of sample in this research was 77 samples, with the detail of 42 farmers and 35 traders. The analysis methods used in this research are marketing margin analysis and doubled linear regression analysis. The result of the research indicates that the presence of Hulled Rice Processing Unit (HRPU) can reduce the marketing margin, both in hulled producer level (farmer) and in consumer level (rice retailer level). Besides, the rice-marketing margin in Divre of Daerah Istimewa Yogyakarta is generally influenced by the producer-level (farmer) rice price, sales volume, and the number of marketing institution. The result of the research also shows that the smallest rice-marketing margin occurs when the farmer commits a direct sale to HRPU and to the biggest marketing institution, the marketing margin which occurs is through PP track.
Kata Kunci : Manajemen Pemasaran,Gabah,UPGK, margin, share, HRPU, and rice