Kajian prospek agribisnis dalam perspektif perbankan di Kantor Wilayah BRI Yogyakarta
SOEDARSO, Acho, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2005 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (a) pencapaian target ekspansi pinjaman pada sektor agribisnis yang telah dibiayai oleh Bank BRI, (b) pendapatan bunga pinjaman dari sektor agribisnis yang telah dibiayai dan ditargetkan oleh Bank BRI, dan (c) risiko usaha (NPL) pada sektor agribisnis yang telah dibiayai oleh Bank BRI. Penelitian ini dilakukan pada empat (4) wilayah Karesidenan yaitu meliputi 6 Kantor Cabang BRI terpilih, yaitu: Purwokerto, Kebumen, Magelang, Bantul, Yogyakarta Katamso, dan Klaten. Adapun jenis data yang digunakan adalah berupa data primer dan sekunder (2000–2004). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan grafis, serta analisis trend pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan outstanding pinjaman sektor agribisnis meningkat cukup signifikan, yaitu rata-rata 0,10% per tahun walaupun masih lebih rendah dibanding dengan sektor non-agribisnis (0,16%). Akan tetapi memiliki NPL yang lebih baik, sehingga sektor agribisnis dapat memberikan peluang bagi tercapainya sasaran jangka panjang portofolio pinjaman 40%. Kegiatan agribisnis yang dibiayai oleh Kanwil BRI Yogyakarta dari empat (4) sub sistem agribisnis yang paling ekspansif, yaitu agribisnis penunjang (supporting services). Selanjutnya diikuti oleh sub sistem: agribisnis usahatani (on-farm), agribisnis hilir (down-stream) dan agribisnis hulu (up-stream). Dengan demikian, realisasi pembiayaan di sektor agribisnis masih didominasi pada agribisnis penunjang (supporting services); sehingga sub sistem lainnya masih memiliki potensi untuk dikembangkan pembiayaannya. Hasil lain juga menunjukkan bahwa pendapatan bunga pinjaman yang bersumber dari pembiayaan sektor agribisnis dan non agribisnis pada Kanwil BRI Yogyakarta mengalami peningkatan yang signifikan. Sejalan dengan meningkatnya outstanding dan membaiknya angka NPL yang ditunjukkan oleh konfigurasi angka NPL yang lebih rendah, baik pada 6 (enam) Kanca BRI terpilih 2,41%, Kanwil BRI Yogyakarta 1,96% maupun nasional Bank BRI 3,38%. Pencapaian komposisi portofolio agribisnis pada 6 (enam) Kantor Cabang BRI terpilih, yaitu sebesar 24,49%. Sedangkan pada Kanwil BRI Yogyakarta secara regional sebesar 26,00%; dan Bank BRI secara nasional pada Desember 2004 sebesar 27,87%; dan pada Maret 2005 sebesar 26,48% (turun 3,70%). Konsentrasi pembiayaan agribisnis selama ini lebih mengarah kepada sektor agribisnis penunjang (supporting services). Bahkan terbukti bahwa pada kedua Kanca BRI, yaitu: Magelang dan Yogyakarta Katamso belum menyentuh pembiayaan kepada sub sektor agribisnis: hulu, usahatani, dan hilir.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Agribisnis, Perbankan, outstanding, interest income, non performing loan